Asap Karhutla Kanada Selimuti New York Jelang Final Piala Dunia


New York – Asap tebal akibat kebakaran hutan (wildfire) di Kanada kembali menyelimuti wilayah New York dan sekitarnya hanya beberapa hari menjelang laga final Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut memicu peringatan kualitas udara bagi jutaan warga, meski prakiraan cuaca menunjukkan situasi diperkirakan membaik sebelum pertandingan berlangsung.

Kualitas Udara Memburuk

Asap dari ratusan kebakaran hutan di Kanada terbawa angin hingga ke kawasan timur laut Amerika Serikat. Otoritas mengategorikan kualitas udara di New York dan New Jersey sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan maupun jantung.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker jika harus beraktivitas di area terbuka.

Final Piala Dunia Tetap Digelar

Meski kabut asap sempat menimbulkan kekhawatiran, para ahli cuaca memperkirakan hujan lebat pada Sabtu dan datangnya front dingin pada Minggu pagi akan membantu membersihkan sebagian besar asap sebelum laga final dimulai.

Pertandingan final Piala Dunia dijadwalkan berlangsung di stadion terbuka kawasan New York–New Jersey dan diperkirakan dihadiri sekitar 80.000 penonton. Selain itu, puluhan ribu penggemar diperkirakan memadati area nonton bersama di berbagai lokasi di New York.

Risiko Kesehatan Tetap Diwaspadai

Meski kondisi udara diperkirakan membaik, pakar kesehatan mengingatkan bahwa paparan asap kebakaran hutan tetap berisiko, terutama bagi atlet dan penonton yang memiliki gangguan kesehatan.

Mereka menyarankan masyarakat menjaga kecukupan cairan, menghindari aktivitas fisik berlebihan, dan memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara sebelum menghadiri acara luar ruangan.

Dampak Kebakaran Hutan Meluas

Kebakaran hutan yang terjadi di Kanada telah menghasilkan asap yang menyebar ke berbagai wilayah Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir. Fenomena ini menyebabkan penurunan kualitas udara di sejumlah kota besar dan kembali memunculkan kekhawatiran mengenai dampak perubahan iklim terhadap meningkatnya frekuensi kebakaran hutan berskala besar.

Otoritas terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara guna memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran penyelenggaraan salah satu ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.

Sumber: Reuters

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler