Zelensky Minta Izin Produksi Rudal Patriot


Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta izin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Ukraina dapat memproduksi sendiri rudal pertahanan udara Patriot. Permintaan tersebut disampaikan saat keduanya bertemu di Gedung Putih dalam pembahasan mengenai penguatan kerja sama pertahanan di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia.


Menurut Zelensky, lisensi produksi rudal Patriot sangat penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Ukraina. Selama ini, Kyiv sangat bergantung pada pasokan sistem Patriot dari negara-negara sekutu, sementara kebutuhan rudal pencegat terus meningkat akibat intensitas serangan rudal dan drone Rusia.


Dalam pertemuan tersebut, Zelensky juga menekankan bahwa produksi rudal Patriot di dalam negeri akan mempercepat pemenuhan kebutuhan militer Ukraina sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman persenjataan dari luar negeri. Ia berharap Washington dapat memberikan persetujuan dan dukungan teknologi agar proses produksi dapat segera dimulai.


Sementara itu, Gedung Putih menyatakan pembahasan mengenai kerja sama pertahanan terus berlangsung, termasuk upaya memperkuat kemampuan Ukraina menghadapi serangan Rusia. Namun, belum ada keputusan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pemberian lisensi produksi rudal Patriot kepada Kyiv.


Sistem pertahanan udara Patriot menjadi salah satu perangkat militer paling dibutuhkan Ukraina karena mampu mencegat rudal balistik dan berbagai ancaman udara lainnya. Dalam beberapa bulan terakhir, keterbatasan stok rudal Patriot di tingkat global menjadi tantangan bagi negara-negara pendukung Ukraina dalam memenuhi kebutuhan pertahanan Kyiv.


Pertemuan Trump dan Zelensky berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer Rusia di sejumlah wilayah Ukraina. Hasil pembicaraan keduanya diperkirakan akan memengaruhi arah kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk kemungkinan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri pertahanan Ukraina pada masa mendatang.


Sumber: CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler