Berdasarkan jalannya pertandingan, Vietnam tampil agresif sejak menit-menit awal dan berhasil mencetak gol cepat yang langsung mengubah ritme permainan. Gol pembuka tersebut membuat Indonesia berada di bawah tekanan dan kesulitan mengembangkan permainan, sementara Vietnam semakin percaya diri dalam membangun serangan.
Selain kebobolan lebih dulu, lini pertahanan Indonesia dinilai kurang solid dalam mengantisipasi pergerakan para penyerang Vietnam. Beberapa kali koordinasi antarpemain belakang tidak berjalan maksimal sehingga lawan mampu memanfaatkan celah untuk menciptakan peluang berbahaya. Vietnam pun berhasil menambah dua gol lagi dan memastikan kemenangan meyakinkan atas tuan rumah.
Di sektor tengah, Indonesia juga kesulitan menguasai permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan Vietnam membuat aliran bola dari lini tengah menuju lini depan sering terputus. Akibatnya, para penyerang Garuda minim mendapatkan peluang bersih untuk mengancam gawang lawan. Meski pelatih John Herdman melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua, perubahan tersebut belum mampu membalikkan keadaan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan di turnamen. Meski demikian, peluang untuk lolos dari fase grup masih terbuka. Para pemain kini diminta segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga berikutnya menghadapi Singapura yang akan menjadi penentu nasib Garuda di Piala AFF 2026.
Pelatih John Herdman menegaskan tim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa pemain, terutama dalam mengantisipasi tekanan sejak awal pertandingan dan memperbaiki koordinasi lini belakang. Ia berharap Indonesia mampu menunjukkan respons positif dan kembali ke jalur kemenangan pada pertandingan selanjutnya.
Sumber: CNN Indonesia