SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat persiapan pembangunan Flyover Gedangan. Sebanyak 122 bidang tanah yang terdampak proyek mulai dilakukan pengukuran dan pemetaan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Tahap pengukuran ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke proses appraisal atau penilaian harga tanah. Pemerintah daerah menargetkan proses pembebasan lahan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik flyover bisa dimulai sesuai rencana.
122 Bidang Tanah Jadi Fokus
Pemkab Sidoarjo telah melakukan verifikasi terhadap bidang-bidang tanah yang terdampak proyek. Dari hasil pendataan tersebut, terdapat 122 bidang yang masuk dalam area pembangunan.
Petugas BPN bersama pemerintah daerah kini melakukan pengukuran secara bertahap. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan luas dan batas setiap bidang tanah sebelum penilaian ganti rugi dilakukan.
Pengukuran ditargetkan dapat mencapai sekitar 20 hingga 25 bidang tanah setiap hari, sehingga proses pembebasan lahan diharapkan tidak mengalami keterlambatan.
Siapkan Anggaran Ratusan Miliar
Pembangunan flyover ini membutuhkan anggaran besar, khususnya untuk pembebasan lahan. Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran dan merencanakan tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan ganti rugi bagi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo menyebut total kebutuhan pembebasan lahan dapat mencapai sekitar Rp400–Rp450 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada 2026.
Pemerintah juga memastikan proses penilaian harga tanah akan dilakukan melalui tim penilai atau appraisal sehingga nilai ganti rugi tidak ditentukan secara sepihak.
Ada Fasilitas Umum yang Terdampak
Tidak hanya tanah milik warga yang masuk dalam area proyek. Sejumlah fasilitas umum dan bangunan pemerintah juga terdampak rencana pembangunan.
Beberapa di antaranya adalah bagian dari Balai Desa Gedangan, bekas gedung UPTD, serta Kantor Polsek Gedangan.
Kondisi tersebut membuat proses persiapan pembangunan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak agar pembebasan lahan dapat berjalan lancar.
Diharapkan Atasi Kemacetan Gedangan
Flyover Gedangan dirancang sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan kronis di kawasan Gedangan, terutama pada jalur utama Surabaya–Sidoarjo.
Kawasan Gedangan selama ini menjadi salah satu titik dengan aktivitas kendaraan yang padat. Keberadaan flyover diharapkan dapat memisahkan arus lalu lintas tertentu sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan flyover juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat karena waktu tempuh dan biaya perjalanan dapat ditekan.
Konstruksi Ditargetkan Mulai 2027
Setelah pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik Flyover Gedangan ditargetkan dapat dimulai pada 2027. Pemerintah daerah kini berupaya mempercepat setiap tahapan agar target tersebut tidak kembali mundur.
Dengan dimulainya pengukuran 122 bidang tanah, proyek Flyover Gedangan kini memasuki tahapan yang semakin konkret. Jika proses pembebasan lahan berjalan sesuai target, masyarakat Sidoarjo diharapkan segera melihat pembangunan infrastruktur yang selama ini diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di kawasan Gedangan.
Sumber: detikJatim