JAKARTA – Kabar baik bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor atau S3 di luar negeri. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026.
Program ini dirancang untuk membantu dosen mempersiapkan diri sebelum melanjutkan studi doktoral di perguruan tinggi luar negeri. Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup persiapan akademik hingga strategi memperoleh beasiswa.
Melalui PPSL 2026, peserta akan mendapatkan pembekalan untuk menyusun proposal penelitian disertasi yang baik, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, khususnya IELTS, serta mempelajari strategi untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri.
Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan berlangsung di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Dapat Bantuan Selama Pelatihan
Selain memperoleh pelatihan, peserta PPSL 2026 juga akan mendapatkan sejumlah dukungan pembiayaan. Komponen pembiayaan tersebut meliputi dana program, dana hidup bulanan, dana untuk mengikuti tes bahasa, serta dana transportasi.
Program ini menjadi bagian dari persiapan bagi dosen yang nantinya akan mendaftar program doktor luar negeri, termasuk skema beasiswa yang disediakan pemerintah.
Syarat Pendaftaran
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta. Salah satunya adalah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia maksimal 45 tahun per 31 Desember 2026.
Pelamar juga harus sudah menyelesaikan pendidikan magister atau S2 dan belum pernah menempuh jenjang doktor. Selain itu, calon peserta diwajibkan memiliki ijazah serta transkrip nilai S2 dengan IPK minimal 3,25 dari skala 4,00.
Program ini ditujukan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi keagamaan. Status tersebut harus dibuktikan melalui NIDN atau NUPTK dan tercatat dalam pangkalan data perguruan tinggi.
Calon peserta juga harus memperoleh surat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi, seperti rektor, ketua, atau mudir.
Salah satu persyaratan penting lainnya adalah proposal penelitian disertasi. Proposal tersebut harus disusun dalam bahasa Inggris dengan panjang sekitar 1.000-1.500 kata dan sesuai dengan rencana studi lanjut di perguruan tinggi luar negeri.
Wajib Punya Sertifikat Bahasa Inggris
Peserta juga diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari lembaga penyelenggara tes yang ditentukan. Untuk TOEFL ITP, skor minimal yang dipersyaratkan adalah 550, sedangkan untuk IELTS minimal 6,0.
Sertifikat tersebut harus masih berlaku hingga masa pendaftaran berakhir pada 1 Oktober 2026 dan memiliki masa berlaku maksimal dua tahun sesuai ketentuan program.
Selain persyaratan tersebut, calon peserta harus menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain KTP dan KK, ijazah serta transkrip S2, NIDN/NUPTK, surat rekomendasi, proposal penelitian disertasi, pakta integritas, dan sertifikat bahasa Inggris.
Pendaftaran Dibuka hingga 23 September
Bagi dosen yang memenuhi persyaratan, pendaftaran PPSL 2026 dibuka mulai 16 September hingga 23 September 2026.
Setelah proses pendaftaran, penetapan peserta dijadwalkan pada 28 September 2026. Sementara pelaksanaan program akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 Desember 2026.
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi pendaftaran beasiswa Kemenag. Program ini diharapkan dapat membantu dosen mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum bersaing mendapatkan kesempatan studi doktoral di luar negeri.
Sumber: detikEdu