Jatim Dilanda Kekeringan, Ini yang Harus Dilakukan Warga

 

SURABAYA — Kekeringan mulai berdampak di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kondisi ini menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan meningkatkan risiko bencana lain, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Di Ponorogo, misalnya, hingga September 2026 terdapat lima desa di lima kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut berdampak pada 241 kepala keluarga atau sekitar 612 jiwa. BPBD Ponorogo pun melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Secara lebih luas, BPBD Jawa Timur mencatat 24 kabupaten/kota telah menetapkan status darurat kekeringan. Hingga 23 September 2026, sekitar 153.971 jiwa dan 37.585 kepala keluarga terdampak. Pemerintah daerah bersama BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Kondisi kemarau panjang juga meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat tidak hanya perlu menghemat air, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran di lingkungan yang kering.

Langkah yang Bisa Dilakukan Saat Kekeringan

1. Laporkan kekurangan air

Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat melapor kepada pemerintah daerah, BPBD, atau pihak berwenang. Laporan tersebut dapat menjadi dasar penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

2. Gunakan air secara bijak

Persediaan air sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan utama seperti minum, memasak, mandi, dan sanitasi. Penggunaan untuk kegiatan yang tidak mendesak perlu dikurangi selama kekeringan berlangsung.

3. Ikuti aturan pembatasan air

Apabila pemerintah daerah atau penyedia layanan air menerapkan pembatasan penggunaan air, masyarakat perlu mengikuti ketentuan tersebut agar persediaan dapat digunakan secara lebih merata.

4. Pantau informasi resmi

Masyarakat dianjurkan mengikuti informasi dari BPBD dan pemerintah daerah mengenai kondisi kekeringan, lokasi bantuan air bersih, serta kebijakan terbaru. Informasi resmi juga penting untuk mengetahui potensi bencana lain yang dapat muncul selama kemarau.

5. Waspadai kebakaran

Lingkungan yang kering membuat risiko kebakaran meningkat. Masyarakat perlu menghindari pembakaran sampah, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan pembakaran rumput dan semak.

Selain penanganan darurat, upaya jangka panjang juga diperlukan. Pemerintah dapat melakukan pembangunan sumur, pipanisasi dari sumber air terdekat, serta pembuatan sumur resapan dan lubang biopori untuk membantu menjaga ketersediaan air.

Di Jawa Timur, pemerintah juga melakukan berbagai upaya, termasuk distribusi air bersih, pengeboran sumur, pencarian sumber air, hingga Operasi Modifikasi Cuaca.

Kekeringan tidak hanya menjadi persoalan pemerintah. Penghematan air dan kewaspadaan terhadap kebakaran juga menjadi langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak kemarau panjang.

Sumber: detikJatim

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler