NGANJUK– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, kini mulai terkendali. Tim gabungan memastikan titik api yang sebelumnya muncul telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas Perhutani, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat. Pemadaman dan pemantauan dilakukan melalui jalur darat maupun udara untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.
Beberapa area yang terdampak berada di wilayah RPH Gedangklutuk. Berdasarkan hasil pendataan, area yang terbakar meliputi Petak 24 sekitar 7 hektare, Petak 23C sekitar 5 hektare, dan Petak 18C sekitar 5 hektare.
Hasil pemantauan melalui aplikasi SIPONGI KLHK juga menunjukkan nol titik hotspot di kawasan Gunung Wilis. Kepulan asap yang sebelumnya terlihat di sekitar RPH Gedangklutuk juga sudah tidak tampak.
Meski titik api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung menghentikan penanganan. Sejumlah kawasan bekas kebakaran masih terus diperiksa untuk memastikan tidak terdapat bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Posko Siaga Karhutla Gunung Wilis tetap beroperasi di Balai Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi petugas sekaligus tempat pemantauan perkembangan kondisi kawasan.
Petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan vegetasi di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi kawasan yang masih memiliki material kering menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko munculnya kembali titik api.
Selain melakukan pemantauan, petugas mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama penggunaan api di kawasan hutan dan lahan. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan asap atau titik api.
Dengan kondisi yang saat ini terkendali, pemerintah dan tim gabungan berharap kawasan Gunung Wilis tetap aman dan tidak kembali terjadi kebakaran. Pemantauan akan dilakukan secara berkala hingga kondisi dinilai benar-benar stabil.
Sumber: detikJatim