Limbah Sisik Ikan Disulap Jadi Bahan Baterai
BANDUNG – Limbah sisik ikan nila yang biasanya dibuang ternyata bisa dimanfaatkan menjadi material untuk baterai. Inovasi tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Lima mahasiswa Unpad mengolah sisik ikan nila menjadi hard carbon yang berpotensi digunakan sebagai bahan anode baterai ion-natrium. Anode merupakan elektroda negatif pada baterai yang berfungsi menyimpan ion ketika proses pengisian dan melepaskannya saat baterai digunakan.
Sisik ikan nila dipilih karena mengandung kolagen dengan nitrogen alami. Tim memanfaatkan kandungan tersebut melalui konsep in-situ self-doping nitrogen, sehingga tidak membutuhkan tambahan bahan kimia untuk sumber nitrogen.
Dalam penelitian, sisik ikan diproses melalui pirolisis, yakni pemanasan tanpa oksigen, dengan variasi suhu 600, 700, dan 800 derajat Celsius. Setiap hasil kemudian diuji untuk melihat perubahan struktur, morfologi, komposisi, serta sifat elektrokimianya.
Hasil pengujian menunjukkan sampel yang diproses pada suhu 800 derajat Celsius (HC-800) memiliki karakteristik yang paling prospektif untuk dikembangkan sebagai material anode. Sampel tersebut mencatat Initial Coulombic Efficiency (ICE) sebesar 69,2%, sedangkan Coulombic Efficiency pada siklus kedua mencapai 94,8%.
Penelitian ini tidak hanya berupaya mengurangi limbah perikanan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan biomassa sebagai bahan penyimpan energi. Unpad menyebut inovasi tersebut sebagai salah satu upaya menghubungkan konsep ekonomi sirkular dan kemandirian energi.
Ke depan, penelitian masih akan dikembangkan melalui karakterisasi lebih lanjut dan pengujian stabilitas material hingga 50 siklus untuk mengetahui kemampuan bahan tersebut dalam mempertahankan kinerja penyimpanan energi.
Sumber: detikEdu