JAKARTA — Pemerintah akan menggenjot produksi minyak dalam negeri dengan mengoptimalkan sumur-sumur minyak tua yang selama ini mengalami penurunan produksi. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi untuk meningkatkan kembali produksi dari lapangan-lapangan migas yang sudah matang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan eksplorasi baru, tetapi juga akan memaksimalkan potensi sumur yang sudah beroperasi.
Menurut Bahlil, intervensi teknologi akan dilakukan pada sumur-sumur tua agar produksi minyak atau lifting dapat kembali meningkat. Lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun umumnya mengalami penurunan produksi secara alami.
"Sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Eksplorasi Besar-besaran
Selain mengoptimalkan sumur tua, pemerintah juga mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap cekungan dan blok-blok minyak yang memiliki potensi cadangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional di tengah kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.
Pemerintah juga melihat potensi dari sekitar 45.000 sumur minyak rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pengelolaan sumur-sumur tersebut dilakukan secara profesional.
Minyak yang dihasilkan dari sumur rakyat nantinya diharapkan dapat diserap secara resmi oleh negara untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM nasional. Pemerintah juga ingin mencegah minyak hasil produksi sumur rakyat dijual secara ilegal kepada pihak lain.
Produksi Sumur Tua Jadi Perhatian
Optimalisasi sumur tua bukan hanya dilakukan melalui pengeboran ulang, tetapi dapat melibatkan teknologi untuk membuka kembali potensi produksi yang masih tersisa di dalam reservoir.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam pengembangan lapangan tua adalah enhanced oil recovery (EOR). Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang produksinya sudah menurun.
Di Kalimantan Timur, misalnya, Pertamina Hulu Kalimantan Timur juga tengah mengoptimalkan sumur migas tua di sekitar kawasan Sepinggan. Salah satu pekerjaan dilakukan pada Sumur Sepinggan V-7 dengan membuka kembali akses menuju zona potensial di kedalaman sekitar 13.000 kaki sebelum dilanjutkan dengan pekerjaan workover.
Dengan optimalisasi sumur lama, eksplorasi blok baru, serta pengelolaan sumur rakyat secara lebih terarah, pemerintah berharap produksi minyak nasional dapat meningkat dan pasokan energi dalam negeri semakin terjaga.
Sumber: detikFinance