SUMENEP – Ratusan batang kayu gelondongan berukuran besar terdampar di sepanjang pesisir Desa Romben Rana dan Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Kayu-kayu tersebut ditemukan sejak beberapa hari terakhir dan sebagian masih berada di kawasan pesisir.
Menariknya, sejumlah batang kayu ditemukan memiliki stiker berwarna kuning bertuliskan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Pada stiker tersebut juga tercantum nama PT Utama Damai Indah Timber, nomor seri, serta tiga barcode yang diduga berisi informasi mengenai riwayat kayu.
Kayu yang terdampar memiliki ukuran cukup besar. Beberapa di antaranya disebut memiliki diameter hingga sekitar 3 meter dan panjang mencapai 12 meter. Sebagian kayu juga diketahui merupakan jenis meranti.
Berdasarkan pendataan sementara warga bersama petugas, jumlah kayu yang ditemukan mencapai sekitar 405 batang. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena terdapat informasi mengenai kayu serupa yang juga ditemukan di wilayah pesisir Kecamatan Batang-Batang.
Kemunculan ratusan kayu tersebut membuat nelayan setempat khawatir. Batang-batang berukuran besar berada di sekitar kawasan yang biasa digunakan untuk aktivitas perahu sehingga berpotensi mengganggu pergerakan nelayan dan membahayakan perahu.
Warga menduga kayu-kayu tersebut merupakan muatan kapal yang terlepas setelah kapal dihantam gelombang besar di perairan sebelah timur Sumenep. Namun, asal-usul dan kronologi terlepasnya kayu tersebut masih dalam penelusuran.
BPBD Kabupaten Sumenep telah berkoordinasi dengan agen dan pihak yang disebut sebagai pemilik kayu. Pemerintah bersama pihak terkait masih membahas cara terbaik untuk mengevakuasi ratusan batang kayu tersebut agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.
Sumber: detikJatim