ODENSE, DENMARK — Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, kembali mencatatkan sejarah di dunia bulu tangkis. Gelar juara Denmark Open 2026 yang diraihnya pada Minggu (18/10/2026) mengantarkan An mengoleksi 47 gelar internasional, sekaligus melewati rekor legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, yang sebelumnya mengoleksi 46 gelar.
Pencapaian tersebut semakin istimewa karena An baru berusia 24 tahun. Dalam beberapa musim terakhir, ia menjelma menjadi salah satu pemain paling dominan di sektor tunggal putri, berkat konsistensi permainan, kemampuan bertahan, serta ketenangannya menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
An memastikan gelar Denmark Open 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-23, 21-14, 21-18. Kemenangan itu sekaligus membuat An mempertahankan gelar Denmark Open yang sebelumnya juga ia raih pada edisi 2025.
Rekor baru tersebut menjadi bukti konsistensi An di level internasional. Ia bukan hanya mampu menjuarai turnamen besar, tetapi juga terus menjaga performa di tengah jadwal kompetisi yang padat dan persaingan ketat dari para pemain terbaik dunia.
Bagi Indonesia, pencapaian ini turut menjadi perhatian karena rekor yang dilewati An sebelumnya dipegang Susy Susanti, salah satu legenda bulu tangkis Tanah Air yang dikenal melalui prestasinya di tingkat dunia, termasuk medali emas Olimpiade Barcelona 1992.
Bangkit Setelah Kalah di Gim Pertama
Pertandingan final Denmark Open 2026 tidak berjalan mudah bagi An Se-young. Ia harus menghadapi perlawanan sengit dari Akane Yamaguchi, pemain Jepang yang dikenal memiliki daya juang tinggi dan kemampuan mengimbangi reli panjang.
Pada gim pertama, An sempat memberikan perlawanan ketat. Namun, Yamaguchi mampu mengamankan kemenangan dengan skor 23-21 setelah pertandingan berlangsung sengit hingga melewati angka 21.
Kehilangan gim pembuka tidak membuat An kehilangan kendali. Pada gim kedua, pemain nomor satu dunia tersebut tampil lebih konsisten, mengurangi kesalahan sendiri, dan meningkatkan tekanan melalui penempatan bola yang menyulitkan lawan.
An akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-14 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan pun berlanjut ke gim penentuan yang menentukan siapa yang berhak membawa pulang gelar juara.
Pada gim ketiga, An kembali menunjukkan ketenangannya. Ia mampu menjaga fokus dalam reli-reli penting dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 21-18. Hasil tersebut memastikan gelar Denmark Open sekaligus menambah koleksi prestasinya sepanjang karier profesional.
Sembilan Gelar Diraih Sepanjang Musim 2026
Dominasi An Se-young pada musim 2026 terlihat dari banyaknya gelar yang berhasil ia kumpulkan. Hingga kemenangan di Denmark Open, ia telah meraih sembilan gelar internasional sepanjang tahun tersebut, menurut laporan Yonhap News Agency.
Selain enam gelar turnamen BWF World Tour, An juga menjuarai Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia 2026, dan Asian Games 2026. Rangkaian prestasi itu menunjukkan bahwa keunggulannya tidak hanya terlihat pada satu turnamen, tetapi juga dalam berbagai kompetisi dengan tingkat persaingan tinggi.
Di Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, An berhasil merebut gelar juara dunia keduanya. Ia mengalahkan Akane Yamaguchi pada partai final dengan skor 21-17, 21-14.
Sementara itu, di Asian Games 2026, An kembali mengalahkan Yamaguchi untuk meraih medali emas tunggal putri. Hasil tersebut sekaligus menjadikannya pemain pertama yang meraih dua medali emas tunggal putri secara beruntun dalam sejarah Asian Games.
Konsistensi itu membuat An semakin sulit dikejar oleh para pesaingnya. Ia mampu mempertahankan performa di berbagai turnamen dan terus mengumpulkan gelar meskipun harus menghadapi lawan-lawan kuat dari Jepang, China, dan negara lainnya.
Rekor Susy Susanti Akhirnya Terlewati
Salah satu hal paling menarik dari keberhasilan An adalah rekor yang berhasil ia lampaui. Sebelum Denmark Open 2026, Susy Susanti tercatat sebagai pemegang rekor dengan 46 gelar internasional tunggal putri berdasarkan penghitungan yang digunakan dalam laporan tersebut.
Susy merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Namanya dikenal luas setelah meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, yang menjadi tonggak penting bagi olahraga Indonesia di ajang Olimpiade.
Kini, An telah melewati pencapaian tersebut dengan mengoleksi 47 gelar internasional. Menurut Badminton World Federation (BWF), penghitungan rekor ini tidak memasukkan gelar dari sejumlah pertandingan regional dan menggunakan catatan gelar internasional yang tersedia sejak 1989.
Pencapaian tersebut tidak mengurangi arti penting prestasi Susy bagi Indonesia. Sebaliknya, rekor An memperlihatkan bagaimana persaingan dan standar prestasi bulu tangkis dunia terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya
Dominasi An Se-young di Peringkat Dunia
Selain memecahkan rekor gelar internasional, An Se-young juga mempertahankan posisinya sebagai pemain nomor satu dunia. Pada Oktober 2026, ia telah berada di puncak peringkat dunia selama 105 pekan berturut-turut.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilannya bukan sekadar hasil dari beberapa kemenangan besar. Untuk bertahan di peringkat teratas, seorang pemain harus mengumpulkan poin secara konsisten sepanjang periode perhitungan peringkat, menghadapi pemain dengan gaya bermain berbeda, dan menjaga kondisi fisik di tengah jadwal kompetisi.
An dikenal memiliki kemampuan bertahan yang kuat, jangkauan lapangan yang luas, serta kesabaran dalam membangun reli. Ia sering memaksa lawan memainkan lebih banyak pukulan sebelum menemukan kesempatan untuk menyerang.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal utama dalam menghadapi pemain yang memiliki serangan agresif. Ketika tertinggal dalam pertandingan, An juga mampu menyesuaikan strategi dan menjaga ketenangan untuk membalikkan keadaan.
Kendati demikian, persaingan di tunggal putri tetap ketat. Pemain seperti Akane Yamaguchi dan Wang Zhiyi masih menjadi lawan yang berpotensi menghadirkan tantangan besar dalam turnamen berikutnya.
Sumber berita : CNN Indonesia
