SURABAYA – Serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, memicu kekhawatiran terhadap perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Meski demikian, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan masih beroperasi normal.
Kepastian tersebut disampaikan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Timur. Ketua DPD AMPHURI Jatim, Mochammad Sufyan Arief, menyebut penerbangan langsung yang dilayani Garuda Indonesia dan Lion Air masih berjalan sesuai jadwal berdasarkan informasi operasional yang diterima.
Informasi ini menjadi kabar penting bagi calon jemaah umrah dari Jawa Timur yang khawatir keberangkatannya terganggu akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi penerbangan langsung tersebut perlu dibedakan dengan penerbangan yang menggunakan jalur transit.
Penerbangan Transit Berpotensi Terdampak
Gangguan penerbangan terutama terjadi pada perjalanan yang terhubung dengan Bandara Riyadh. Penutupan atau pembatasan operasional bandara tersebut dapat menyebabkan pembatalan penerbangan lanjutan, perubahan rute, hingga penjadwalan ulang perjalanan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan juga menyampaikan bahwa sejumlah penerbangan lanjutan menuju Riyadh terdampak. Penumpang yang menggunakan penerbangan transit di sejumlah kota internasional diminta memeriksa kembali status perjalanan mereka kepada maskapai.
Dengan demikian, keberangkatan umrah dari Surabaya yang menggunakan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah tidak serta-merta mengalami gangguan yang sama dengan penerbangan yang harus melewati Riyadh atau menggunakan koneksi penerbangan terdampak.
Jemaah Diminta Terus Memantau Informasi
Di tengah perkembangan situasi keamanan, calon jemaah umrah diimbau tetap berkoordinasi dengan biro perjalanan dan maskapai. Jemaah perlu memastikan jadwal keberangkatan, rute penerbangan, serta kemungkinan perubahan jadwal sebelum berangkat menuju bandara.
Pihak penyelenggara perjalanan juga perlu menyampaikan informasi terbaru kepada jemaah agar mereka dapat mengantisipasi perubahan operasional jika situasi keamanan kembali berkembang.
Meski penerbangan langsung dari Juanda menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan normal, kondisi tersebut tidak menjamin seluruh rute perjalanan bebas dari gangguan. Karena itu, informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan tetap menjadi acuan utama bagi jemaah.
Sumber: CNN Indonesia,
