JAKARTA – Harga beras di Indonesia kembali mengalami kenaikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan terjadi di sejumlah rantai perdagangan, mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.
Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras naik 0,81% secara bulanan dibandingkan Agustus 2026. Jika dibandingkan September tahun lalu, harganya meningkat 6,04%. Kenaikan tahunan paling tinggi terjadi pada beras premium yang mencapai 10,52%.
Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan naik 0,87% secara bulanan dan 4,72% secara tahunan. Di tingkat grosir, harga beras meningkat 0,61% secara bulanan atau 4,93% secara tahunan.
Kenaikan juga terlihat di tingkat konsumen. BPS mencatat harga beras eceran mengalami inflasi 0,80% secara bulanan, sedangkan secara tahunan mencapai 3,73%. Data tersebut merupakan rata-rata harga beras berbagai kualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Dipengaruhi Kondisi Cuaca
Kenaikan harga tersebut terjadi setelah periode panen raya berakhir, sementara kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino turut berdampak terhadap aktivitas pertanian. Penurunan luas panen dan produksi padi kemudian berpengaruh terhadap pasokan beras di sejumlah wilayah.
Bank Indonesia juga mencatat beras menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi kelompok volatile food pada September. Kelompok tersebut mengalami inflasi 1,46% secara bulanan, meningkat dari 0,88% pada Agustus.
Secara keseluruhan, inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat 3,28% secara tahunan dan 0,30% secara bulanan.
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian untuk produksi beras ke depan. Reuters melaporkan harga beras eceran nasional mencapai sekitar Rp15.769 per kg pada September, sementara produksi padi Januari-November diperkirakan turun 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah sebelumnya telah menjalankan berbagai upaya stabilisasi, termasuk penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dewan Ekonomi Nasional mencatat pemerintah menambah alokasi SPHP beras medium untuk menjaga ketersediaan beras terjangkau hingga akhir 2026.
Dengan demikian, kenaikan harga beras pada September tidak hanya berkaitan dengan kondisi pasar, tetapi juga dipengaruhi siklus panen dan faktor cuaca. Perkembangan El Nino serta produksi pada periode berikutnya akan menjadi faktor penting bagi pergerakan harga beras dalam beberapa bulan mendatang.
Sumber: CNN Indonesia