Kementan Bidik Tambahan 2 Juta Ton Gabah Lewat Pertanian Modern

 

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan tambahan produksi gabah kering panen (GKP) hingga 2 juta ton melalui penerapan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS). Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Niño.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ladiyani Retno Widowati, menyampaikan target tersebut dalam diskusi publik Agripulse di Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2026. Menurutnya, penerapan pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sehingga penurunan luas tanam dapat diimbangi dengan hasil panen yang lebih tinggi.

Kementan menilai peningkatan produksi menjadi penting karena kondisi El Niño berpotensi memengaruhi kegiatan pertanian dan mengurangi luas lahan yang dapat ditanami secara reguler. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mencari solusi melalui penggunaan teknologi dan peningkatan kualitas sarana produksi pertanian.

PMAAS Jadi Strategi Peningkatan Produksi

Program PMAAS berfokus pada peningkatan populasi tanaman dalam satu hektare lahan serta penggunaan sarana produksi yang berkualitas. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap produktivitas padi dapat meningkat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penambahan luas lahan pertanian.

Kementan juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah perguruan tinggi untuk menguji penerapan metode tersebut. Berdasarkan hasil uji coba yang disampaikan Kementan, peningkatan hasil panen atau selisih produksi di sejumlah lokasi disebut mencapai lebih dari 2 ton per hektare, bahkan hingga 5 ton per hektare.

Hasil tersebut menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah dalam mengejar tambahan produksi gabah. Meski demikian, pencapaian target nasional tetap bergantung pada penerapan teknologi di lapangan, kesiapan petani, serta ketersediaan sarana produksi.

Bantuan Benih dan Sarana Produksi Diperkuat

Selain menerapkan metode pertanian modern, Kementan terus mendorong penyaluran benih unggul dan sarana produksi kepada petani di berbagai daerah. Dukungan tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan tanam.

Ketersediaan benih berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi. Namun, keberhasilan program juga memerlukan distribusi yang tepat waktu, pendampingan teknis, serta pengelolaan lahan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Kementan menargetkan penerapan program pertanian modern pada lahan dengan luas mendekati 1 juta hektare. Dengan asumsi tambahan hasil sekitar 2 ton per hektare, program tersebut diperkirakan berpotensi menghasilkan tambahan sekitar 2 juta ton gabah kering panen.

Tantangan Produksi di Tengah El Niño

Fenomena El Niño menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam menjaga produksi pangan nasional. Kondisi cuaca yang lebih kering dapat memengaruhi ketersediaan air untuk irigasi dan mengganggu jadwal tanam di sejumlah wilayah.

Karena itu, peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian dinilai penting untuk membantu menjaga pasokan pangan. Selain itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan air, pupuk, benih, dan alat mesin pertanian agar petani dapat menjalankan kegiatan produksi secara optimal.

Penerapan pertanian modern juga membutuhkan evaluasi secara berkala untuk memastikan hasil uji coba dapat diterapkan secara efektif pada lahan petani dengan kondisi yang beragam.

Target Tambahan Produksi 2 Juta Ton

Kementan berharap penerapan PMAAS dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gabah nasional hingga akhir tahun anggaran 2026. Keberhasilan program ini diharapkan membantu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung upaya pemerintah mempertahankan ketahanan pangan.

Meski target tambahan 2 juta ton telah ditetapkan, realisasi produksi akan bergantung pada luas lahan yang benar-benar menerapkan metode tersebut, hasil panen per hektare, serta kelancaran distribusi sarana produksi.

Dengan dukungan teknologi, benih unggul, dan pendampingan kepada petani, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas produksi pangan Indonesia.

Sumber Berita: CNN Indonesia



Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler