Mahasiswa 6 Negara Turun ke Banyuwangi, Edukasi Warga soal Kesehatan

 


BANYUWANGI – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) melibatkan mahasiswa dari enam negara dalam program pengabdian masyarakat internasional di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 ini menggabungkan edukasi kesehatan, pendampingan peternak, hingga pelestarian lingkungan. 

Program bertajuk International Conference on One Health Synergy (ICHOS) 2026 tersebut digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-72 UNAIR sekaligus menandai 12 tahun kiprah FIKKIA di Banyuwangi.

Mahasiswa internasional yang terlibat berasal dari Pakistan, Aljazair, Tanzania, Sudan, Bangladesh, dan Afganistan. Mereka berkolaborasi dengan mahasiswa lokal untuk menjalankan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Dekan FIKKIA UNAIR Banyuwangi, Rahadian Indarto Susilo, menjelaskan bahwa program ini mengusung pendekatan One Health, yakni konsep yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas disiplin ilmu dan negara diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari sejumlah program studi diterjunkan langsung ke berbagai lokasi. Mahasiswa Akuakultur menjalankan kegiatan budidaya ikan lokal di kawasan Talang Paras untuk mendukung pelestarian sumber daya perairan dan keberlanjutan ekosistem.

Sementara itu, mahasiswa Kedokteran Umum memberikan edukasi mengenai pertolongan pertama melalui Basic Life Support (BLS) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada para pekerja tambang belerang di PT Candi Ngrimbi.

Kegiatan tersebut dinilai penting karena pekerja tambang belerang menghadapi risiko pekerjaan yang tinggi, termasuk paparan sulfur dan kondisi lingkungan kerja yang menantang.

Di Dusun Jambu, mahasiswa Kedokteran Hewan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar ternak serta memberikan vitamin dengan dosis yang sesuai. Program ini diharapkan membantu peternak menjaga kesehatan hewan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pemeliharaan ternak.

Adapun mahasiswa Kesehatan Masyarakat menggelar edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SDN 4 Tamansari. Para siswa mendapatkan praktik mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Kepala Kecamatan Licin, Donny Arsilo Sofyan, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional ini dapat menjadi proyek percontohan yang berkelanjutan di Banyuwangi.

Menurut Donny, pendampingan akademisi, khususnya di bidang medis dan kesehatan, sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan keselamatan serta kesejahteraan para pekerja tambang belerang.

Keterlibatan mahasiswa internasional juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan, gagasan, budaya, dan bahasa. Mahasiswa doktoral asal Aljazair, Mounir Naili, menilai kolaborasi tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka peluang penerapan teknologi sederhana untuk mengembangkan potensi peternakan lokal.

Selain program pengabdian masyarakat, rangkaian peringatan Dies Natalis UNAIR di Banyuwangi turut diisi konferensi internasional, One Health Youth Forum, FIKKIA Run, dan reuni akbar alumni FIKKIA UNAIR.

Melalui kegiatan ini, UNAIR berharap kolaborasi internasional tidak berhenti pada pertukaran akademik, tetapi juga menghasilkan program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan manusia, kesejahteraan hewan, dan kelestarian lingkungan.

Sumber: detikJatim.



Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler