Mentan Waspadai Bulan Kritis, Bulog Diminta Amankan 250 Ribu Ton Jagung

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menjaga ketersediaan jagung pakan minimal 250 ribu ton selama periode bulan kritis September hingga Desember 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan pakan ternak pada akhir tahun.

Amran menilai ketersediaan jagung pakan perlu dijaga agar aktivitas peternakan nasional tetap berjalan dan peternak tidak terbebani oleh kelangkaan maupun lonjakan harga bahan baku pakan. Karena itu, Bulog diminta memastikan cadangan jagung tetap tersedia selama periode tersebut.

Selain menjaga stok, Bulog juga ditugaskan menyerap hasil panen jagung dari petani yang dibina oleh koperasi peternak. Skema ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan peternak terhadap bahan baku pakan dengan hasil produksi petani dalam negeri.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan dari sisi produksi. Kementerian Pertanian merencanakan pemberian benih jagung gratis untuk lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara petani dan peternak, sehingga kebutuhan jagung pakan dapat dipenuhi dari produksi domestik.

Dalam skema tersebut, peternak berperan membina petani sekaligus menjadi pembeli hasil panen. Apabila terjadi kelebihan pasokan, Bulog disiapkan sebagai penyerap hasil produksi agar jagung petani tetap memiliki pasar.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan benih dan produksi jagung hingga penyerapan hasil panen serta pemenuhan kebutuhan pakan. Pemerintah berharap sistem tersebut mampu mengurangi risiko gangguan pasokan dan membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Dengan pengamanan stok jagung dan penguatan kemitraan tersebut, pemerintah berupaya menjaga pasokan pakan selama periode September–Desember 2026 sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani jagung.

Sumber: CNN Indonesia





Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler