JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan capaian di sektor pangan setelah Indonesia dinyatakan mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis. Selain itu, stok beras pemerintah juga berada pada tingkat tinggi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional.
Delapan komoditas yang mencapai swasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi komoditas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan menghasilkan surplus.
Secara keseluruhan, produksi delapan komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton. Selisih tersebut menghasilkan surplus sekitar 4,69 juta ton yang dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Di sektor beras, pemerintah juga mencatat peningkatan cadangan beras melalui pengadaan yang dilakukan Perum Bulog. Hingga 11 Oktober 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat menembus 4,6 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu modal pemerintah untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Capaian swasembada ini tidak terlepas dari upaya meningkatkan produksi pertanian, memperkuat penyerapan hasil panen, serta menjaga ketersediaan sarana produksi. Pemerintah juga mendorong penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir agar produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah masih perlu menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan hasil produksi dapat didistribusikan secara merata ke berbagai daerah. Ketersediaan stok yang melimpah perlu diimbangi dengan pengelolaan distribusi dan penyerapan hasil panen agar petani tetap memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.
Ke depan, tantangan sektor pangan masih mencakup perubahan iklim, potensi gangguan produksi, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan swasembada menjadi hal penting agar Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Sumber: CNN Indonesia
