Harga Minyak Dunia Jebol Level US$90 Imbas Panasnya Selat Hormuz

 

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak tajam hingga menembus level US$90 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik utama distribusi minyak dunia. Kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi membuat harga minyak bergerak naik dalam perdagangan terbaru.


Minyak mentah jenis Brent berhasil menembus angka psikologis US$90 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke kisaran US$84,68 per barel, naik sekitar 2,65% dibanding perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya risiko keamanan di sekitar Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.


Analis menilai pasar energi kini berada dalam kondisi waspada. Setiap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi menghambat arus distribusi minyak, sehingga memicu lonjakan harga di pasar internasional. Kekhawatiran tersebut juga mendorong pelaku pasar beralih ke aset yang dinilai lebih aman.


Lonjakan harga minyak diperkirakan akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian global, mulai dari meningkatnya biaya transportasi dan logistik hingga tekanan terhadap inflasi di berbagai negara. Negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, berpotensi menghadapi kenaikan biaya energi apabila tren penguatan harga terus berlanjut.


Pelaku pasar kini menantikan perkembangan situasi geopolitik di kawasan Teluk Persia. Selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan tinggi dan berpotensi mendorong harga menuju level yang lebih tinggi.


Sumber: CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler