Sejumlah kelompok seni reog di Ponorogo rutin menggelar latihan yang melibatkan anak-anak hingga remaja. Salah satunya adalah Kelompok Reog Jaya Manggala, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Festival Reog Remaja 2026. Latihan dilakukan secara intensif untuk mengasah kemampuan para penari, penabuh gamelan, hingga pemeran tokoh utama dalam pertunjukan reog.
Bagi para peserta muda, berlatih reog bukan sekadar mempersiapkan diri untuk sebuah festival, tetapi juga menjadi cara untuk meneruskan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka belajar berbagai unsur penting dalam pertunjukan, mulai dari gerakan tari, musik pengiring, hingga filosofi yang terkandung dalam setiap tokoh dan atraksi Reog Ponorogo.
Keterlibatan generasi muda dinilai sangat penting untuk menjaga eksistensi Reog Ponorogo di masa depan. Apalagi, kesenian asal Jawa Timur ini telah memperoleh pengakuan internasional sebagai warisan budaya takbenda, sehingga upaya pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat dan para pelaku seni.
Melalui festival dan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari Reog Ponorogo. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di hati generasi penerus dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Sumber: CNN Indonesia
