AHY Buka Karapan Sapi di Bangkalan

BANGKALAN – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi membuka Lomba Karapan Sapi Piala AHY yang digelar di Stadion Karapan Sapi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/8). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat tersebut tidak hanya menghadirkan perlombaan tradisional khas Madura, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara.

Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena perlombaan, AHY menegaskan bahwa Karapan Sapi bukan sekadar tradisi masyarakat Madura, melainkan merupakan kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dipertahankan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

"Karapan Sapi bukan hanya milik Madura, melainkan juga milik Indonesia. Di tengah zaman yang semakin modern dan digital, budaya dan tradisi seperti ini justru semakin penting untuk terus kita lestarikan. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaganya," ujar AHY.

Menurut AHY, setiap negara memiliki tradisi yang menjadi identitas bangsanya. Ia membandingkan Karapan Sapi dengan atraksi budaya dunia seperti rodeo di Amerika Serikat maupun matador di Spanyol. Baginya, Karapan Sapi merupakan ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya, sekaligus ekonomi yang sangat besar.

Ia berharap perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.

"Di tengah kompetisi dan persaingan, kita harus tetap bersatu. Persatuan adalah modal utama untuk membangun Indonesia yang semakin maju," kata AHY.

AHY juga menilai tradisi Karapan Sapi mencerminkan karakter masyarakat Madura yang selama ini dikenal memiliki etos kerja tinggi, keberanian menghadapi tantangan, dan menjunjung tinggi kehormatan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan karakter yang perlu terus dijaga karena relevan dalam membangun bangsa di era modern.

Selain aspek budaya, AHY menyoroti besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan Karapan Sapi. Ribuan masyarakat yang hadir turut menghidupkan aktivitas ekonomi lokal melalui pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, pengrajin, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan mereka.

"Kegiatan seperti ini menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang usaha bagi UMKM, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah," ungkapnya.

Lomba Karapan Sapi Piala AHY tahun ini diikuti 48 pasang sapi dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu terdapat 16 pasang sapi kategori Galatama yang turut berkompetisi. Perlombaan berlangsung dalam lima babak mulai dari penyisihan hingga final dengan atmosfer yang meriah.

Kemeriahan acara juga semakin terasa dengan penampilan sekitar 120 penari yang membawakan seni budaya khas Madura. Penampilan tersebut menjadi hiburan bagi ribuan penonton sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat luas. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan hadiah berupa satu unit mobil bagi Juara I Utama dan Juara I Harapan, serta sejumlah sepeda motor bagi para juara di kategori lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan bahwa Partai Demokrat berkomitmen mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat pembangunan daerah. Ia menilai Pulau Madura memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga revitalisasi Stadion Karapan Sapi agar semakin representatif.

Menurutnya, infrastruktur yang baik akan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Ia bahkan menyebut Stadion Karapan Sapi memiliki peluang menjadi destinasi wisata budaya bertaraf nasional hingga internasional apabila terus dikembangkan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Ketua TP PKK Jawa Timur sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, serta jajaran pengurus Partai Demokrat dari tingkat pusat maupun daerah. Kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan bahwa Karapan Sapi masih menjadi tradisi yang sangat dicintai masyarakat Madura.

Karapan Sapi sendiri telah menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi ini juga menjadi simbol semangat kerja keras, sportivitas, kebersamaan, dan identitas masyarakat Madura yang hingga kini terus dipertahankan. Melalui penyelenggaraan Karapan Sapi Piala AHY, diharapkan tradisi tersebut semakin dikenal oleh generasi muda sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Pulau Madura.

Sumber: DetikJatim

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler