MOJOKERTO – Warga di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, dikejutkan dengan penemuan makam bayi di pekarangan sebuah rumah. Bayi tersebut ternyata bukan meninggal secara alami, melainkan menjadi korban pembunuhan setelah dilahirkan.
Kasus ini bermula ketika pemilik rumah, pasangan suami istri Muhammad Irham (52) dan Ruchannah (44), mendapati pekarangan rumah mereka tiba-tiba memiliki kuburan bayi. Makam tersebut berada di dekat sumur rumah dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter dari permukaan tanah.
Ruchannah mengaku terkejut ketika pulang ke rumah pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, ia meninggalkan rumah sejak pagi untuk pergi ke Menganti, Gresik, guna mengecek lapak bunga milik suaminya.
Hasil Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad bayi tersebut. Autopsi dilakukan tim dokter forensik di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, pada Minggu malam.
Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan usia kandungan sekitar 8-9 bulan. Bayi memiliki panjang badan sekitar 52 sentimeter dan berat sekitar 2,5 kilogram.
Yang paling mengejutkan, dokter forensik memastikan bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan bayi meninggal akibat kekurangan oksigen setelah hidung dan mulutnya dibekap oleh pelaku beberapa saat setelah dilahirkan.
Polisi juga menemukan fakta lain dari pemeriksaan forensik. Tali pusar atau plasenta bayi diketahui terlepas bukan karena dipotong, melainkan ditarik. Sampel dari tulang selangka dan tali pusar juga telah diambil untuk kebutuhan pemeriksaan DNA.
Polisi Buru Orang Tua Bayi
Setelah proses autopsi selesai, jasad bayi kemudian dimakamkan kembali di Makam Islam Dusun Jatisari pada Senin (10/8) sekitar pukul 02.30 WIB.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi serta siapa yang melakukan pembunuhan tersebut. Pemeriksaan DNA menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu mengungkap asal-usul bayi.
Kasus ini menyita perhatian karena jasad bayi tersebut justru ditemukan terkubur di pekarangan rumah warga yang tidak mengetahui keberadaan makam tersebut.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap kronologi lengkap, termasuk siapa yang membawa bayi ke lokasi, kapan bayi dilahirkan, serta motif pembunuhan.
Polisi juga belum mengungkap identitas pelaku karena penyelidikan masih berlangsung. Dengan hasil autopsi yang memastikan bayi lahir hidup dan meninggal akibat dibekap, perkara tersebut kini ditangani sebagai kasus pembunuhan.
Sumber: detikJatim