KDM Dorong Akademisi Hasilkan Karya Nyata


Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong insan akademik untuk tidak hanya berhenti pada pemikiran dan kajian, tetapi mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8). Ia mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat memperkuat peran akademisi agar ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata.


Menurut Dedi, berbagai persoalan bangsa tidak cukup diselesaikan hanya melalui pergantian pemerintahan maupun perubahan regulasi. Diperlukan gagasan yang mampu diwujudkan menjadi tindakan sekaligus berangkat dari pemahaman terhadap akar kebudayaan Nusantara.


Ia menilai masih terdapat jarak antara dunia akademik dan realitas kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya berbagai persoalan di sekitar kawasan pendidikan yang belum sepenuhnya mendapatkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.


Dedi kemudian menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah gelar akademik yang diperoleh. Menurutnya, ilmu akan memiliki nilai lebih ketika mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.


Karena itu, ia mendorong akademisi untuk menjadi pencipta dan inovator. Karya yang dihasilkan tidak harus selalu berbentuk penelitian atau tulisan ilmiah, tetapi dapat berupa karya seni, arsitektur, sistem pendidikan, aplikasi teknologi hingga inovasi energi yang bisa digunakan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengingatkan KAHMI agar mampu menyampaikan gagasan besar dan nilai-nilai keislaman menggunakan bahasa yang sederhana serta mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, pemikiran akademik tidak hanya beredar di lingkungan kampus, tetapi dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dedi menggunakan tokoh Semar dalam pewayangan sebagai ilustrasi. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kedudukan tinggi, tetapi harus hadir di tengah masyarakat agar dapat menghasilkan perubahan secara langsung.


Ia menilai keberadaan seorang intelektual akan semakin berarti ketika pengetahuan yang dimilikinya mampu melahirkan perubahan nyata. Dengan demikian, dunia akademik diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi sumber inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.


Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Dedi berharap insan akademik di Jawa Barat dapat semakin aktif menciptakan karya yang memiliki manfaat konkret dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah maupun bangsa.


Sumber: detikNews


Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler