AKARTA — Pemerintah menyiapkan skema bantuan sosial (bansos) digital yang akan menyasar sekitar 50 juta warga dalam kelompok desil 1 hingga 5. Bantuan tersebut rencananya disalurkan langsung ke rekening penerima sehingga proses distribusi diharapkan lebih tepat sasaran dan transparan.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Kelompok desil 1 hingga 5 merupakan masyarakat yang berada dalam kelompok sosial-ekonomi yang menjadi sasaran program perlindungan sosial pemerintah.
Bansos Akan Disalurkan Secara Digital
Pemerintah tengah mendorong perubahan sistem penyaluran bansos dari pola konvensional menuju sistem digital. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat diberikan langsung kepada masyarakat melalui rekening bank.
Skema ini diharapkan dapat membuat proses penyaluran lebih mudah dipantau sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam menentukan penerima bantuan.
Rencana tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan sasaran sekitar 50 juta masyarakat dari kelompok desil 1–5.
Sumber Dana Jadi Sorotan
Selain jumlah penerima, sumber pembiayaan program tersebut juga menjadi perhatian. Luhut menyebut pendanaan bansos digital berkaitan dengan penghematan yang diperoleh pemerintah melalui proses digitalisasi dan efisiensi.
Digitalisasi pemerintahan diharapkan dapat mengurangi berbagai biaya dan meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran. Ruang fiskal yang terbentuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung program yang langsung dirasakan masyarakat.
Pemerintah juga terus melakukan pembenahan data sosial ekonomi agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Data Penerima Terus Diperbaiki
Penyaluran bantuan sosial membutuhkan data penerima yang akurat. Karena itu, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu basis dalam menentukan kelompok masyarakat yang berhak memperoleh bantuan.
Pembenahan data menjadi penting karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah. Dengan data yang diperbarui, pemerintah dapat mengurangi risiko bantuan diterima oleh kelompok yang sebenarnya sudah tidak memenuhi kriteria.
Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran
Melalui sistem bansos digital, pemerintah berharap penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan mudah diawasi.
Bagi masyarakat penerima, bantuan yang masuk langsung ke rekening juga dapat memberikan kemudahan dalam mengakses dana tanpa harus melalui proses distribusi secara manual.
Rencana ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi sistem perlindungan sosial pemerintah. Dengan jumlah sasaran mencapai 50 juta warga, keberhasilan sistem tersebut akan sangat bergantung pada akurasi data, kesiapan infrastruktur digital, serta pengawasan dalam proses penyalurannya.
Sumber: CNN Indonesia