PASURUAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno akhirnya berhasil dipadamkan setelah membara selama lima hari. Petugas gabungan memastikan tidak ada lagi api terbuka di kawasan yang terdampak kebakaran.
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyampaikan bahwa seluruh titik api telah berhasil dipadamkan pada Selasa (15/9/2026). Sebelumnya, kebakaran terdeteksi sejak Sabtu (12/9/2026) pagi di kawasan Alas Lali Jiwo.
Api kemudian merambat ke sejumlah area di sekitar kawasan Gunung Arjuno, termasuk wilayah Puthuk Bulak. Kondisi vegetasi yang relatif kering membuat api lebih mudah menjalar dan menyulitkan proses pemadaman.
Petugas gabungan harus bekerja selama beberapa hari untuk mengendalikan kobaran api. Pemadaman dilakukan dengan menyusuri medan pegunungan yang memiliki kontur terjal dan cukup sulit dijangkau kendaraan.
Sejumlah personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara manual sekaligus menyisir area yang masih berpotensi menyimpan bara api. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran di titik lain.
Dalam prosesnya, pemadaman melibatkan Polisi Hutan (Polhut) Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga dari desa-desa di sekitar kawasan Gunung Arjuno.
Setelah api dinyatakan padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik panas maupun bara yang masih tersembunyi di dalam kawasan hutan.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran. Beberapa lokasi berada di kawasan dengan kemiringan cukup curam sehingga petugas harus berjalan kaki untuk mencapai titik yang terbakar.
Kebakaran selama beberapa hari tersebut juga menjadi perhatian karena kawasan Gunung Arjuno merupakan salah satu wilayah pegunungan dengan ekosistem hutan yang perlu dijaga. Kondisi musim kemarau dan vegetasi kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran kembali.
Dengan padamnya seluruh titik api, petugas kini berfokus pada pemantauan kawasan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Masyarakat maupun pendaki juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan.
Sumber: detikJatim