SURABAYA – Sebanyak 3.185 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar aksi kepedulian terhadap perempuan dan anak korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mengangkat boneka, popok, dan pembalut sebagai simbol perhatian terhadap kebutuhan kelompok rentan yang sering terabaikan dalam situasi bencana.
Ribuan bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada korban bencana di NTT melalui Lazismu Jawa Timur. Selain menggalang bantuan, Umsura juga melepas mahasiswa yang akan menjadi relawan di NTT selama satu bulan.
Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan, para mahasiswa relawan berasal dari berbagai jurusan dan kegiatan kemanusiaan tersebut akan dikonversikan sebagai bagian dari program KKN.
Menurutnya, perempuan dan anak memiliki kebutuhan khusus ketika berada dalam kondisi bencana. Perempuan tetap membutuhkan pembalut dan perlengkapan kesehatan reproduksi, sementara anak-anak membutuhkan dukungan psikososial untuk menghadapi trauma.
Boneka yang diberikan diharapkan dapat menjadi media bagi anak untuk bermain, bercerita, sekaligus membantu mengurangi rasa takut dan cemas akibat bencana.
Umsura menilai bantuan untuk korban bencana seharusnya tidak hanya berfokus pada kebutuhan umum, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, anak, bayi, dan kelompok rentan lainnya.
Sumber: detikJatim