Mengacu pada data perdagangan, posisi tersebut turun 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.640 per dolar AS.
Meski dibuka melemah, pergerakan rupiah masih berpeluang menguat sepanjang perdagangan. Salah satu faktor pendukungnya adalah kondisi mata uang Asia yang mayoritas bergerak positif, terutama yen Jepang.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan indeks dolar AS turut membuka ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih baik. Penguatan yen juga menjadi perhatian pasar karena munculnya ekspektasi Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada pertengahan September.
Di sisi lain, rupiah masih menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia. Harga Brent berada di sekitar US$97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$93 per barel. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan dolar untuk pembayaran impor.
Pelaku pasar juga mencermati kondisi perdagangan Indonesia. Kenaikan impor dan meningkatnya kebutuhan valuta asing dapat menjadi faktor yang membatasi penguatan rupiah dalam perdagangan hari ini.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arah indeks dolar AS, kondisi mata uang kawasan Asia, harga minyak dunia, serta permintaan dolar di pasar domestik.
Sumber: CNN Indonesia
