BATU — Perselisihan antarwarga di Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, menjadi viral setelah seorang ibu muda menegur tetangganya yang sedang membakar sampah. Teguran tersebut berujung cekcok dan videonya ramai beredar di media sosial.
Ibu muda bernama Novrinia Indraswari itu awalnya meminta tetangganya memadamkan api karena asap pembakaran masuk ke rumah. Ia khawatir asap tersebut mengganggu bayinya yang baru berusia sekitar satu bulan dan sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Novrinia, pembakaran sampah di lahan kosong belakang rumah tetangganya bukan pertama kali terjadi. Aktivitas tersebut disebut hampir dilakukan setiap hari, baik pagi, sore maupun malam.
Awalnya Novrinia memilih diam. Namun, pada kejadian tersebut bau asap terasa lebih menyengat hingga seperti bau ban terbakar. Ia kemudian keluar rumah dan meminta tetangganya memadamkan api.
"Saya bilang pelan-pelan, 'Mas, boleh dimatikan ta? Soalnya saya punya bayi.' Saya tahu diri itu tanah milik dia, takutnya tersinggung," ujar Novrinia kepada detikJatim.
Namun, menurut Novrinia, api tidak langsung dipadamkan. Ia kemudian kembali menegur untuk kedua kalinya. Teguran tersebut justru berkembang menjadi perdebatan.
Dalam video yang viral, tetangganya terlihat sempat menyiram api menggunakan selang. Meski demikian, cekcok tetap berlanjut dan persoalan kemudian melebar hingga muncul komentar mengenai status Novrinia sebagai pendatang serta persoalan fisik.
Novrinia mengaku saat kejadian dirinya berada di rumah bersama bayinya, sementara sang suami sedang bekerja. Ia juga mengakui sempat terpancing emosi dalam perdebatan tersebut.
Video kejadian itu kemudian menyebar luas di media sosial. Hingga 4 September 2026, unggahan tersebut telah memperoleh sekitar 60,8 ribu tanda suka dan 10,6 ribu komentar.
Belum Ada Titik Temu
Setelah video viral, pihak Kelurahan Ngaglik disebut menghubungi Novrinia untuk melakukan mediasi. Namun, Novrinia mengaku keberatan karena diminta datang sendiri tanpa didampingi suami.
Ia juga menyebut dirinya diminta menghapus video yang telah diunggah. Novrinia mengatakan belum ada permintaan maaf secara langsung dari tetangganya maupun kesepakatan yang menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Novrinia, dirinya meminta agar proses mediasi ditunda supaya dapat didampingi sang suami. Ia juga merasa keberatan apabila video dihapus sebelum persoalan mendapatkan penyelesaian.
"Belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan," ujarnya.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian polisi. Kanit Polsek Batu disebut telah menghubungi Novrinia melalui WhatsApp untuk meminta informasi lebih lanjut dan berencana mendatangi rumahnya.
Novrinia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil. Ia juga meminta adanya tindakan terhadap kebiasaan pembakaran sampah yang menurutnya sudah berulang kali terjadi dan mengganggu lingkungan sekitar.
"Saya siap maju demi anak saya," tegas Novrinia.
Kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian warga setelah video cekcok menyebar di media sosial. Novrinia berharap ada penyelesaian yang baik sekaligus tindakan agar aktivitas pembakaran sampah tidak kembali mengganggu warga di sekitar lokasi.
Sumber: detikJatim