KPK Tunggu Jawaban TNI soal Dugaan Dua Prajurit di Kasus BNPB

 

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu balasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana siap pakai untuk penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Surat tersebut berisi informasi mengenai perkembangan penyidikan dan dugaan keterlibatan anggota TNI dalam perkara tersebut.

KPK menyampaikan bahwa surat itu dikirim pada 20 Oktober 2026 sebagai bagian dari koordinasi antarlembaga dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut. Hingga Kamis (22/10/2026), KPK masih menunggu tanggapan atau konfirmasi resmi dari pihak TNI.

Identitas Prajurit Belum Diungkap

KPK belum mengungkap identitas kedua prajurit aktif yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Lembaga antirasuah itu juga belum menjelaskan secara terperinci mengenai peran masing-masing prajurit karena proses penyidikan masih berlangsung.

Achmad Taufik meminta masyarakat untuk bersabar menunggu perkembangan penyidikan. Menurutnya, penyidik masih mendalami berbagai pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut, baik melalui pemeriksaan di kantor maupun kegiatan penyelidikan di lapangan.

KPK menegaskan bahwa pengungkapan informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat harus mempertimbangkan perkembangan penyidikan agar proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, TNI sebelumnya menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. TNI juga menyatakan akan berkoordinasi dengan KPK dan menindaklanjuti informasi yang diterima melalui mekanisme serta aturan yang berlaku.

Kasus Berawal dari OTT di BNPB

Kasus dugaan korupsi dana siap pakai BNPB ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 15 orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Sehari kemudian, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas pejabat BNPB, tenaga ahli, serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam perkara korupsi dana penanganan bencana.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK juga berkoordinasi dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk membahas dugaan keterlibatan anggota militer. Koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan perkara yang berkaitan dengan prajurit aktif dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

KPK sebelumnya turut menyampaikan informasi mengenai konstruksi perkara dan peran sejumlah pihak kepada TNI sebagai bagian dari koordinasi penegakan hukum.

Penyidikan Masih Berlanjut

Hingga saat ini, KPK masih mendalami perkara dugaan korupsi dana siap pakai BNPB, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. Balasan dari TNI diharapkan dapat membantu memperjelas langkah koordinasi selanjutnya dalam penanganan dugaan keterlibatan dua prajurit aktif tersebut.

Meski demikian, dugaan keterlibatan kedua prajurit itu masih dalam proses pendalaman dan belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa mereka bersalah. KPK dan TNI diharapkan dapat menjalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian karena dana siap pakai BNPB diperuntukkan bagi penanganan keadaan darurat dan kebutuhan kebencanaan. Penegakan hukum yang transparan diharapkan dapat mendukung akuntabilitas pengelolaan anggaran serta memastikan dana penanganan bencana digunakan sesuai peruntukannya.

Sumber Berita: CNN Indonesia




Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler