Ledakan SPPG Mojokerto Dipicu Rokok, 2 Teknisi Tewas

 
Ledakan SPPG Mojokerto Dipicu Rokok, 2 Teknisi Tewas

MOJOKERTO – Penyebab ledakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali yang menewaskan dua teknisi gas akhirnya terungkap. Ledakan tersebut diduga terjadi setelah salah satu teknisi menyulut rokok ketika sedang melakukan aktivitas di area instalasi gas elpiji.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama berada di SPPG untuk melakukan pekerjaan terkait instalasi gas. Sebelumnya, instalasi tersebut sempat mengalami gangguan setelah pengisian gas elpiji.

Menurut pengacara dapur MBG, Moch Gati, keterangan mengenai pemicu ledakan diperoleh dari kesaksian pegawai SPPG dan rekaman CCTV yang kemudian diserahkan kepada penyidik. Dalam rekaman tersebut terlihat seseorang menggunakan topi berwarna oranye membawa rokok dan kemudian menyalakannya.

Sesaat setelah rokok dinyalakan, kondisi dalam rekaman tiba-tiba menjadi gelap yang diduga terjadi akibat ledakan. Padahal, area tersebut telah memiliki aturan keselamatan yang melarang aktivitas merokok.

Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran besar. Atap di empat ruangan SPPG, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat, mengalami kerusakan hingga ambruk. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya dua unit kendaraan untuk menangani api.

Dalam kejadian itu, tiga teknisi mengalami luka bakar serius. Edi Suyanto mengalami luka bakar sekitar 90 persen, Piter Fernando sekitar 63 persen, sedangkan Kwin Lan sekitar 45 persen. Dua relawan SPPG juga mengalami luka akibat tertimpa plafon yang runtuh.

Kondisi Edi dan Piter kemudian memburuk. Edi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo Surabaya pada 20 Agustus 2026. Dua hari kemudian, Piter juga meninggal dunia ketika dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Dengan demikian, ledakan di SPPG Puri Medali tersebut menyebabkan dua teknisi meninggal dunia.

Meski terdapat korban jiwa, pihak pengelola SPPG menyatakan tidak membawa kejadian tersebut ke ranah hukum. Fokus pengelola saat ini adalah melakukan renovasi agar dapur dapat kembali beroperasi.

SPPG Puri Medali sendiri melayani sekitar 3.700 porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. Setelah kejadian, penyaluran MBG bagi penerima manfaat di wilayah tersebut sementara dialihkan ke SPPG lain di sekitar Mojokerto.

Sebelumnya, polisi juga telah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Hingga saat itu, polisi menyatakan belum menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam kejadian ledakan tersebut.

Sumber: detikJatim

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler