SURABAYA — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono merespons hasil sejumlah survei yang menunjukkan elektabilitas partainya masih rendah, termasuk di Jawa Timur. Dalam survei ARCI, elektabilitas PPP di Jatim tercatat 1,5%, sementara survei Poltracking secara nasional menempatkan PPP di angka 1,9%.
Mardiono menyebut angka tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, PPP memiliki karakter basis pemilih yang tersebar dan kuat di wilayah-wilayah tradisional sehingga tidak seluruh potensi suara partai dinilai dapat tergambarkan melalui survei.
"Surveinya PPP di awal-awal ya 1,5 persen, 2 persen. Karena apa? PPP itu basisnya itu di basis tradisional. Dan PPP itu menyebar seluruh Indonesia," kata Mardiono di Surabaya, Minggu (4/10/2026).
Ia mengakui Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang selama ini menjadi basis penting bagi PPP. Namun, Mardiono menilai sebaran suara PPP berbeda dengan partai yang memiliki kekuatan terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Menurut dia, PPP memiliki basis yang relatif merata, baik di tingkat kota maupun kabupaten. Persoalannya, distribusi suara tersebut pada Pemilu sebelumnya tidak selalu menghasilkan perolehan kursi yang sebanding.
Mardiono kemudian membandingkan perolehan suara PPP pada sejumlah pemilu. Ia menyebut PPP pernah mendapatkan sekitar 8-9 juta suara pada Pemilu 2014 dan sekitar 8 juta suara pada 2019. Pada Pemilu 2024, perolehan suara PPP disebut masih berada di kisaran yang tidak jauh berbeda, tetapi distribusinya membuat jumlah kursi yang diperoleh partai berubah.
Ia juga mengakui bahwa secara historis suara PPP memang mengalami penurunan sejak era Reformasi. Namun, menurut Mardiono, dalam sekitar satu dekade terakhir basis suara akar rumput PPP masih relatif bertahan.
Mardiono menyebut salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah kerja politik di tingkat elite dan konsolidasi internal. PPP pun kini melakukan pembenahan untuk menghadapi Pemilu 2029, termasuk melakukan regenerasi dan memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga mengungkap rencana bergabungnya sejumlah tokoh nasional ke PPP. Salah satu nama yang disebut adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva. Mardiono mengatakan masih ada beberapa nama lain yang belum diumumkan.
Dengan pembenahan organisasi dan konsolidasi kader, PPP berupaya memperkuat kembali basis politiknya menjelang Pemilu 2029. Sementara hasil survei yang ada saat ini menjadi salah satu gambaran kondisi elektabilitas partai, dengan angka yang dapat berubah seiring perkembangan politik dan dinamika pemilih.
Sumber: detikJatim