Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program pelatihan bahasa asing bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Program ini ditujukan untuk membantu pencari kerja meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana tersebut saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Menurutnya, kemampuan bahasa asing masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi calon pekerja ketika ingin memperoleh pekerjaan di negara lain.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menyosialisasikan program pelatihan bahasa kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pelatihan Memanfaatkan Mobile Training Center
Program pelatihan bahasa tersebut direncanakan memanfaatkan fasilitas Mobile Training Center atau Mobile Training Unit milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pembekalan keterampilan tanpa harus menghadapi kendala akses pelatihan.
Pramono menyebut pemerintah daerah ingin memperluas kesempatan kerja sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan di dalam negeri, tetapi juga dapat menjangkau peluang di luar negeri.
Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa perlu menjadi perhatian dalam mempersiapkan tenaga kerja yang akan memasuki pasar internasional. Karena itu, pelatihan direncanakan untuk membantu calon pekerja yang kemampuan bahasa asingnya masih perlu ditingkatkan.
Meski demikian, pelaksanaan program masih memerlukan persiapan lebih lanjut, termasuk sosialisasi kepada calon peserta dan penyesuaian dengan ketersediaan anggaran. Pemerintah daerah belum merinci jadwal pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, maupun persyaratan peserta.
Bidik Peluang Kerja di Sejumlah Negara
Pemprov DKI Jakarta telah menjalin kerja sama ketenagakerjaan dengan sejumlah negara dan wilayah, di antaranya Singapura, Jepang, Taiwan, Hong Kong, serta kawasan Timur Tengah. Dalam laporan lainnya, Jerman juga disebut sebagai salah satu tujuan yang berpotensi membuka kesempatan bagi pencari kerja.
Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan masyarakat apabila didukung keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di negara tujuan. Selain kemampuan bahasa, calon pekerja juga perlu mempersiapkan kompetensi kerja, dokumen, serta pemahaman terhadap ketentuan bekerja secara resmi di luar negeri.
Penguasaan bahasa asing dapat membantu pekerja memahami instruksi, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang berbeda. Keterampilan tersebut juga penting untuk mengurangi risiko kesalahpahaman selama bekerja.
Oleh karena itu, pelatihan bahasa diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas calon pekerja migran asal Jakarta, bukan sekadar pembelajaran bahasa tanpa kaitan dengan kebutuhan pekerjaan.
Pemprov DKI Berupaya Menekan Pengangguran
Selain memperluas peluang kerja ke luar negeri, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan akses terhadap 12.000 lowongan pekerjaan dari lebih dari 100 perusahaan. Berdasarkan keterangan Pemprov DKI Jakarta, lebih dari 28.000 pencari kerja telah mendaftar secara daring hingga hari pembukaan kegiatan pada 22 Oktober 2026.
Pemprov DKI juga mencatat tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun dari 6,21 persen pada akhir 2024 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026. Pemerintah berharap berbagai program ketenagakerjaan dapat mendorong penurunan angka tersebut lebih lanjut.
Pelatihan keterampilan, bursa kerja, dan pengembangan kewirausahaan menjadi beberapa langkah yang ditempuh untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.
Kesempatan Kerja Perlu Diiringi Persiapan
Rencana pelatihan bahasa asing ini menjadi salah satu langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mempersiapkan pencari kerja menghadapi peluang di pasar internasional. Namun, calon peserta tetap perlu memperhatikan persyaratan pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta prosedur penempatan tenaga kerja yang resmi.
Masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut perlu menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta mengenai jadwal, lokasi, jenis bahasa yang diajarkan, dan cara pendaftaran.
Melalui program ini, Pemprov DKI berharap kesempatan kerja bagi masyarakat semakin luas. Dengan persiapan bahasa dan keterampilan yang memadai, pencari kerja diharapkan dapat lebih siap bersaing dan memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Sumber Berita
Media: CNN Indonesia
Tags
pemerintah
