LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Dalam kurun waktu enam jam pada Selasa (6/10/2026) dini hari hingga pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 22 kali letusan.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode pukul 00.00-06.00 WIB, sejumlah letusan disertai suara gemuruh dengan intensitas mulai lemah hingga kuat. Selain letusan, petugas juga mencatat 9 kali gempa guguran, 4 kali gempa hembusan, dan 2 kali tremor harmonik.
Pada pagi hari, Semeru kembali mengalami erupsi. Salah satu erupsi yang tercatat terjadi pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak, atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan di luar jarak tersebut karena kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Peningkatan aktivitas Semeru ini menjadi perhatian karena letusan terjadi berulang kali dalam waktu singkat. Masyarakat di kawasan rawan bencana diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati zona yang telah ditetapkan berbahaya.
Sumber: detikJatim
Tags
jatim