JAKARTA – Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, menilai dominasi pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, tidak akan mudah runtuh meski federasi bulu tangkis menerapkan perubahan sistem skor menjadi 3x15 poin. Menurut Susy, perubahan aturan tersebut tidak serta-merta mengubah peta persaingan di sektor tunggal putri.
An Se Young saat ini menjadi salah satu pemain paling dominan di dunia berkat konsistensi, kemampuan bertahan, serta kematangan strategi dalam menghadapi lawan. Penampilannya yang stabil membuat atlet berusia 24 tahun itu terus mengukir prestasi di berbagai turnamen internasional.
Pencapaian terbarunya datang dari Denmark Open 2026. An Se Young berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-23, 21-14, dan 21-18. Kemenangan tersebut sekaligus membawanya mengoleksi 47 gelar internasional, melampaui catatan 46 gelar yang sebelumnya dipegang Susy Susanti.
Susy menilai keunggulan An Se Young bukan semata-mata terletak pada kekuatan fisik. Pemain Korea Selatan tersebut dinilai memiliki kemampuan membaca permainan, menjaga fokus, dan menentukan strategi yang tepat ketika menghadapi tekanan dari lawan.
Perubahan sistem skor menjadi 3x15 poin diperkirakan membuat pertandingan berlangsung lebih singkat dan menuntut pemain menjaga konsentrasi sejak awal. Namun, kondisi tersebut belum tentu menguntungkan pemain tertentu atau membuat atlet yang mendominasi saat ini kehilangan keunggulannya.
Justru, pemain dengan kemampuan mengatur tempo, menjaga konsistensi, dan mengambil keputusan secara efektif berpeluang tetap unggul. Dalam hal ini, An Se Young dinilai memiliki modal permainan yang kuat untuk mempertahankan prestasinya.
Selain faktor teknik dan fisik, pengalaman bertanding juga menjadi unsur penting. Pemain yang mampu memahami karakter lawan serta mengendalikan tekanan dalam situasi krusial memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan performa di level tertinggi.
Susy juga menyoroti pentingnya kematangan dalam menjaga karier seorang atlet. Usia muda memang dapat memberikan keunggulan dari sisi fisik, tetapi kemampuan membaca pertandingan dan menjaga kualitas permainan menjadi faktor yang tidak kalah menentukan.
Dengan demikian, perubahan sistem poin tidak bisa langsung dianggap sebagai akhir dominasi An Se Young. Konsistensi, fokus, kondisi fisik, dan kemampuan beradaptasi terhadap aturan baru tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan seorang pemain.
Dominasi An Se Young pun masih berpeluang berlanjut selama ia mampu mempertahankan kualitas permainannya. Tantangan terbesarnya bukan hanya menghadapi lawan yang semakin termotivasi untuk mengalahkannya, tetapi juga menjaga standar performa di tengah perubahan sistem pertandingan.
Sumber: CNN Indonesia
Tags
olahraga
