SURABAYA – Penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan. Hal itu terlihat dari transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang hingga Agustus 2026 mencapai Rp14,8 miliar.
Berdasarkan catatan PLN UID Jawa Timur, nilai transaksi pengisian kendaraan listrik sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai Rp14.827.328.638, dengan konsumsi listrik sebanyak 5.590.585 kWh. Angka tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat transaksi Rp7,18 miliar dengan konsumsi 2,71 juta kWh.
Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik juga mendorong PLN memperluas infrastruktur pengisian daya di berbagai wilayah Jawa Timur. Pada 2026, PLN menambah sekitar 75 unit SPKLU untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan saat ini terdapat sekitar 327 unit SPKLU yang tersebar di 185 lokasi di Jawa Timur. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk mengikuti semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik.
Menurut Eric, ketersediaan SPKLU menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik. PLN juga terus mengevaluasi lokasi yang membutuhkan tambahan fasilitas pengisian daya.
Saat ini, rasio ketersediaan SPKLU dibandingkan jumlah kendaraan listrik di Jawa Timur berada di sekitar 1:18. PLN menargetkan rasio tersebut dapat diperbaiki menjadi sekitar 1:10 hingga 1:12 pada akhir 2026.
Pertumbuhan transaksi tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya aktivitas penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur. Konsumsi listrik yang lebih dari 5,5 juta kWh dalam delapan bulan menjadi gambaran semakin banyaknya kendaraan yang memanfaatkan fasilitas pengisian daya umum.
Untuk 2027, PLN belum menetapkan jumlah pasti tambahan SPKLU yang akan dibangun. Penentuan kebutuhan akan mempertimbangkan perkembangan penggunaan kendaraan listrik serta masukan dari para pengguna mengenai lokasi dan kapasitas SPKLU yang dibutuhkan.
Dengan pertumbuhan kendaraan listrik yang terus berlangsung, perluasan jaringan SPKLU menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat semakin mudah melakukan perjalanan menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh di wilayah Jawa Timur.
Sumber: detikJatim.