Bukan di Mobil, Dwi Bagus Habisi Anak Dini di Ruang Tamu Rumah Orang Tuanya

 


Penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berinisial AGEF (4) di Kota Madiun kembali mengungkap fakta baru. Tersangka Dwi Bagus Martono (40) ternyata membunuh anak Dini di ruang tamu rumah orang tuanya, bukan di dalam mobil seperti keterangan awal yang sempat disampaikan kepada penyidik.

Fakta tersebut terungkap setelah penyidik Polda Jawa Timur melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan bahwa Dwi mengubah pengakuannya mengenai lokasi pembunuhan anak tersebut. Sebelumnya, tersangka menyebut eksekusi dilakukan di dalam mobil Suzuki Karimun.

Menurut keterangan terbaru, jasad AGEF sempat disimpan selama dua hari di rumah orang tua tersangka. Setelah itu, jasad korban dipindahkan ke rumah Dwi yang berada di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Di lokasi tersebut, tersangka kemudian melakukan upaya untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

Polisi juga mengungkap bahwa pembunuhan terhadap Dini dan anaknya bukan tindakan yang dilakukan secara spontan. Berdasarkan pengakuan terbaru tersangka, rencana pembunuhan telah disusun sekitar satu minggu sebelum kejadian. Dwi disebut hanya menunggu waktu yang dianggap tepat untuk melaksanakan rencananya.

Kasus ini bermula ketika Dini dan anaknya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Sebelum kejadian, Dini dan Dwi diketahui menginap di sebuah hotel di Kota Madiun. Keduanya sempat terlibat pertengkaran terkait hubungan pribadi dan persoalan ekonomi hingga berujung pada pembunuhan terhadap Dini di kamar hotel.

Setelah membunuh kedua korban, tersangka berusaha menghilangkan barang bukti dengan membakar jasad mereka di pekarangan belakang rumah. Polisi juga menemukan bahwa Dwi sempat mempelajari berbagai cara untuk menghilangkan jejak, termasuk mencari informasi melalui internet dan kecerdasan buatan (AI).

Dari hasil penyidikan, polisi turut menemukan adanya rencana lain untuk menghilangkan jasad korban menggunakan drum dan larutan kimia. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana dan tersangka memilih membakar jasad kedua korban.

Saat ini, penyidik Polda Jatim masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut. Pengungkapan lokasi pembunuhan anak Dini menjadi salah satu fakta penting untuk melengkapi penyidikan sekaligus memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Sumber: detikJatim





Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler