PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar Ekonomi Santri (GES) yang digelar di Alun-Alun Bondowoso. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, memamerkan berbagai hasil program penghijauan serta produk unggulan masyarakat binaannya.
Melalui stan pameran yang disediakan, PT BSI memperkenalkan hasil bumi dari lahan kompensasi yang dikelola masyarakat di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat dokumentasi kegiatan rehabilitasi lingkungan serta rencana pengembangan program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) pada 2027 mendatang.
Tim Rehabilitasi DAS PT BSI, Nugroho Ari, menjelaskan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan penghijauan tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah pengelolaan lahan seluas 200 hektare yang ditanami sejak 2025. Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian sekaligus mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Sebelumnya, rehabilitasi DAS juga telah dilaksanakan pada lahan seluas 630 hektare di Bondowoso selama periode 2017-2023 dan menjangkau 20 desa di delapan kecamatan.
Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi tanaman kehutanan seperti jati, mahoni, sengon, pinus, trembesi, dan sonokeling. Sementara tanaman bernilai ekonomi juga ditanam, di antaranya mangga, alpukat, durian, nangka, jambu monyet, dan petai. Pemilihan tanaman tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan.
PT BSI juga memaparkan rencana rehabilitasi DAS pada 2027 yang mencakup lahan kritis seluas 1.000 hektare di tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kawasan hijau sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui partisipasi dalam Gebyar Ekonomi Santri, PT BSI berharap program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat semakin dikenal luas. Kolaborasi antara pemulihan lingkungan dan pengembangan potensi ekonomi lokal diharapkan mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber: detikJatim
