Petani bawang merah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa melakukan panen lebih awal setelah lahan pertanian mereka terendam banjir. Kondisi tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sehingga sejumlah area persawahan tergenang air.
Banjir yang merendam lahan pertanian membuat petani khawatir tanaman bawang merah mengalami kerusakan dan membusuk jika dibiarkan terlalu lama. Untuk mengurangi potensi kerugian, sebagian petani akhirnya memilih memanen tanaman meskipun belum memasuki masa panen ideal.
Petani mengaku khawatir tanaman bawang merah yang terendam terlalu lama akan mengalami pembusukan. Selain itu, kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan juga berpotensi menurunkan kualitas hasil panen. Jika kualitas bawang merah menurun, harga jual di tingkat petani dikhawatirkan ikut terdampak.
Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Panen lebih awal menjadi langkah yang terpaksa diambil untuk menyelamatkan hasil pertanian yang masih bisa dipanen sekaligus mengurangi risiko kerugian lebih besar.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi para petani karena kondisi cuaca dan curah hujan dapat memengaruhi produktivitas pertanian. Petani berharap kondisi lahan segera membaik agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.
Sumber: Detik Jatim
