Gelombang Panas Eropa Tewaskan 10.000 Orang



Brussels – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada akhir Juni 2026 menyebabkan lebih dari 10.000 kematian berlebih (excess deaths) di 27 negara. Data tersebut berasal dari EuroMOMO, jaringan pemantauan kematian yang didukung oleh European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dan World Health Organization (WHO).

Lansia Jadi Korban Terbanyak

Berdasarkan data yang dirilis, lebih dari 9.000 korban merupakan warga berusia 65 tahun ke atas, kelompok yang paling rentan terhadap dampak suhu ekstrem. Gelombang panas meningkatkan risiko heat stroke, gangguan jantung, serta penyakit pernapasan yang dapat berujung pada kematian, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Prancis dan Belgia Paling Terdampak

Laporan menunjukkan Prancis dan Belgia menjadi dua negara dengan angka kematian berlebih tertinggi selama periode gelombang panas tersebut. Belgia bahkan mencatat tingkat kematian akibat gelombang panas tertinggi sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 2000.

Ilmuwan Soroti Peran Perubahan Iklim

Para ilmuwan menyatakan suhu ekstrem yang melanda Eropa hampir tidak mungkin terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Menurut mereka, pemanasan global membuat gelombang panas menjadi lebih sering, lebih intens, dan berlangsung lebih lama dibandingkan beberapa dekade lalu.

Infrastruktur Ikut Terdampak

Selain menimbulkan korban jiwa, cuaca panas ekstrem juga mengganggu berbagai aktivitas di sejumlah negara. Infrastruktur transportasi mengalami tekanan akibat suhu tinggi, sementara kebutuhan listrik untuk pendingin ruangan meningkat tajam. Sejumlah wilayah juga mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni.

Peringatan untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Pakar kesehatan dan iklim mengingatkan pemerintah Eropa agar memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan, serta mempercepat langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Mereka menilai gelombang panas kini menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat paling serius di kawasan tersebut.

Sumber: Reuters

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler