Pedestrian deck ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi publik di kawasan Dukuh Atas, seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan TransJakarta. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak warga beralih ke transportasi umum.
Menurut PT MRT Jakarta, pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang sangat cermat karena struktur deck berada di atas infrastruktur vital, termasuk terowongan MRT yang berada di bawah permukaan tanah. Seluruh proses konstruksi harus memastikan operasional MRT tetap berjalan normal tanpa mengganggu keselamatan maupun kenyamanan penumpang.
Selain tantangan teknis, proyek juga dikerjakan di kawasan dengan aktivitas lalu lintas dan pejalan kaki yang sangat tinggi. Karena itu, metode konstruksi disusun agar dampaknya terhadap arus kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan selama pekerjaan berlangsung.
Pedestrian Deck Dukuh Atas mengusung desain berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 100 meter dan diproyeksikan menjadi salah satu ikon arsitektur baru Jakarta. Selain berfungsi sebagai penghubung antarmoda, fasilitas ini juga akan menjadi ruang publik yang nyaman, ramah bagi penyandang disabilitas, serta mendukung konsep kota berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pembangunan pedestrian deck dapat memperkuat integrasi sistem transportasi massal sekaligus meningkatkan pengalaman berjalan kaki di kawasan pusat bisnis. Kehadiran infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada transportasi publik.
Sumber: CNN Indonesia