Program Homecare menjadi salah satu inovasi pelayanan kesehatan Pemkab Jember yang menyasar warga dengan keterbatasan mobilitas, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, hingga penderita penyakit kronis. Dengan konsep dokter keluarga, setiap pasien akan memperoleh pendampingan secara berkala sesuai kondisi kesehatannya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkab Jember mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya. Selain melakukan pemeriksaan langsung di rumah, petugas juga memanfaatkan layanan telemedicine sehingga pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis apabila diperlukan. Jika membutuhkan perawatan lanjutan, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit sesuai kondisi medisnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program Homecare tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan kondisi sosial masyarakat. Saat melakukan kunjungan, tenaga kesehatan turut mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan sosial sehingga pemerintah dapat memberikan intervensi yang lebih tepat, termasuk bantuan kebutuhan pokok bagi warga yang tergolong miskin ekstrem.
Program ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu memangkas hambatan biaya transportasi dan memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus meninggalkan rumah. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan secara langsung di tengah masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menekan angka penyakit yang terlambat ditangani.
Sumber: CNN Indonesia