Menurut informasi yang dihimpun, Nasirun sempat mengalami keluhan nyeri dada sebelum kondisinya memburuk. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia, mengingat kontribusinya yang sangat besar dalam perkembangan seni lukis kontemporer Tanah Air.
Nasirun dikenal sebagai salah satu pelukis paling berpengaruh di Indonesia. Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, ia mengembangkan karier seninya di Yogyakarta dan menghasilkan berbagai karya yang memadukan unsur budaya Jawa, wayang, simbol-simbol tradisional, serta kritik sosial. Gaya visualnya yang khas membuat karya-karyanya dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai pameran internasional.
Sepanjang perjalanan kariernya, Nasirun aktif mengikuti berbagai pameran tunggal maupun bersama di dalam dan luar negeri. Karya-karyanya menjadi bagian dari koleksi sejumlah museum, galeri, hingga kolektor seni dari berbagai negara. Dedikasinya dalam melestarikan nilai-nilai budaya melalui seni menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia modern.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari sesama seniman, budayawan, akademisi, hingga pencinta seni. Mereka mengenang Nasirun sebagai sosok yang rendah hati, kreatif, dan konsisten mengangkat identitas budaya Nusantara dalam setiap karya yang dihasilkannya.
Jenazah Nasirun dijadwalkan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan warisan seni yang akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi seniman Indonesia di masa mendatang.
Sumber: CNN Indonesia