Jakarta – Industri hilirisasi mineral Indonesia kembali mencatatkan pencapaian penting. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk resmi memulai ekspor perdana aluminium primer ke pasar internasional pada Juni 2026, dengan tujuan utama Amerika Serikat dan Korea Selatan. Langkah ini menandai babak baru bagi Indonesia sebagai pemasok aluminium olahan di pasar global.
AS Jadi Tujuan Utama Ekspor Perdana
Berdasarkan data platform perdagangan Export Genius, smelter milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) di Kalimantan mengirimkan sekitar 31.494 metrik ton aluminium primer ke Amerika Serikat pada Juni. Selain itu, perusahaan juga mengekspor 3.569 metrik ton ke Korea Selatan. Smelter tersebut mulai memasuki tahap komisioning fase pertama pada akhir 2025.
Peluang Besar di Tengah Gangguan Pasokan Global
Ekspor perdana ini terjadi ketika Amerika Serikat tengah mencari sumber pasokan aluminium alternatif. Gangguan pengiriman dari sejumlah pemasok utama di kawasan Teluk akibat konflik geopolitik di Timur Tengah telah mendorong premi aluminium di pasar Amerika mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi produsen aluminium Indonesia untuk memperluas pangsa pasar internasional dan menjadi bagian dari rantai pasok global yang semakin beragam.
Dibeli Perusahaan Perdagangan Komoditas Global
Data perdagangan menunjukkan bahwa pengiriman aluminium ke Amerika Serikat dibeli oleh perusahaan perdagangan komoditas global Mercuria. Muatan tersebut diberangkatkan dari Indonesia pada 10 Juni dan sedang dalam perjalanan menuju Brownsville, Texas.
Sementara itu, pengiriman ke Korea Selatan dibeli oleh Vitol dan dikirim menuju Incheon setelah berangkat dari Indonesia pada 29 Juni. Kedua perusahaan merupakan pemain utama dalam perdagangan komoditas internasional.
Target Penjualan Capai 350.000 Ton Tahun Ini
Juru bicara Alamtri menyatakan proyek smelter aluminium perusahaan mendapat respons positif dari calon pelanggan di dalam maupun luar negeri.
Perusahaan menargetkan penjualan aluminium batangan (aluminium ingot) hingga 350.000 ton sepanjang 2026, dengan distribusi yang mencakup pasar domestik serta ekspor. Target tersebut menunjukkan optimisme perusahaan terhadap meningkatnya permintaan aluminium global.
Perkuat Hilirisasi Mineral Indonesia
Ekspor perdana ini dinilai menjadi bukti nyata berkembangnya industri hilirisasi mineral di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) agar komoditas mineral tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan sebagai produk bernilai tambah.
Keberhasilan Alamtri menembus pasar Amerika Serikat diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri logam nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen aluminium penting di kawasan Asia.
Sumber: Reuters