Demo Mahasiswa UINSA Tuntut Rektor Mundur, Diwarnai Bakar Kardus

 

SURABAYA – Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi penolakan terhadap Prof Akh. Muzakki untuk kembali menjabat sebagai rektor. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Gedung Rektorat UINSA pada Rabu (16/9/2026).

Aksi mahasiswa diwarnai dengan pembakaran kardus dan suara sepeda motor yang digeber di depan gedung rektorat. Sebelumnya, ratusan mahasiswa sempat masuk dan menduduki gedung rektorat untuk menunggu kedatangan Muzakki.

Sekitar pukul 11.00 WIB, mahasiswa masuk ke gedung rektorat. Mereka berharap Muzakki datang ke kampus untuk menemui dan berdialog dengan massa aksi.

Namun sekitar 30 menit kemudian, sebagian besar mahasiswa keluar dari gedung tersebut dan melanjutkan aksi di halaman depan rektorat.

Bakar Kardus hingga Geber Motor

Saat berada di luar gedung, sejumlah mahasiswa membakar kardus bekas minuman. Asap hitam terlihat membumbung dan sempat mengganggu pandangan di sekitar lokasi.

Aksi juga disertai suara sepeda motor yang digeber. Sejumlah motor terlihat berada di depan gedung rektorat ketika api masih menyala dan terus diberi bahan untuk dibakar.

Meski aksi berlangsung hingga siang hari, Muzakki diketahui tidak berada di kampus. Ribuan mahasiswa tetap bertahan di lokasi dengan harapan rektor yang mereka tolak tersebut datang untuk menemui massa.

Hingga berita ini ditulis, Muzakki belum memberikan respons kepada detikJatim. Pihak rektorat juga belum memberikan keterangan terkait aksi mahasiswa tersebut.

Mahasiswa Soroti Sejumlah Persoalan

Salah satu mahasiswa, Micle, mengatakan penolakan terhadap Muzakki berkaitan dengan sejumlah persoalan yang menurut mahasiswa terjadi selama masa kepemimpinannya.

Ia menyinggung sejumlah hal, mulai dari persoalan dana, jas almamater mahasiswa baru, hingga besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Micle juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dikenakan UKT sebesar Rp7 juta.

Keluhan lainnya disampaikan Alex, mahasiswa baru FEBI. Ia menyoroti bahan pembelajaran atau buku dari fakultas yang menurutnya belum diterima mahasiswa.

Para mahasiswa berharap berbagai persoalan yang mereka sampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pihak kampus. Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait kepemimpinan dan sejumlah persoalan yang mereka soroti di lingkungan UINSA.

Sumber: detikJatim

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler