Hotspot Karhutla Jambi Tinggal 5 Titik, Warga Jadi Kunci

 

JAMBI — Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi kini tersisa lima titik. Pemerintah menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah dan menangani kebakaran agar tidak meluas.

Menteri Kehutanan menekankan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran dinilai memiliki peran penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus mencegah api meluas.

Salah satu contoh yang disebut adalah kawasan Bujang Raba, Jambi. Keterlibatan masyarakat setempat dalam menjaga kawasan hutan menjadi bagian dari upaya mempertahankan wilayah tersebut dari ancaman kebakaran.

Penurunan jumlah hotspot menjadi lima titik menunjukkan kondisi karhutla di Jambi relatif terkendali dibandingkan ketika titik panas masih lebih banyak. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi lahan dan cuaca dapat memengaruhi potensi munculnya titik api baru.

Pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak terkait dalam pemantauan kawasan rawan karhutla. Langkah pencegahan dinilai penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar dan sulit ditangani.

Peran warga menjadi semakin penting karena masyarakat berada paling dekat dengan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran. Pelaporan cepat ketika menemukan asap atau titik api dapat membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin.

Sumber: CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler