Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Bahaya Saat Hujan

 

JAKARTA – Tumpukan kabel semrawut di kawasan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan. Ratusan kabel tampak menumpuk di sebuah tiang di ujung Jalan Kuningan Barat Raya. Tak hanya menggantung di atas, sejumlah kabel berukuran besar juga terlihat berada di bawah tanah dan sebagian muncul ke permukaan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan warga dan pengguna jalan. Terlebih, terdapat bagian bekas galian kabel yang tidak rata sehingga berpotensi membuat pengendara maupun pejalan kaki kehilangan keseimbangan.

Seorang karyawan toko material di sekitar lokasi, Ira (50), mengatakan kondisi kabel dan bekas galian tersebut sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun. Menurutnya, kondisi jalan semakin berisiko ketika hujan karena permukaan menjadi licin.

Pengendara Pernah Terjatuh

Ira menyebut kondisi kabel yang muncul ke permukaan serta bekas galian yang tidak rata telah mengganggu aktivitas warga. Ia bahkan mengatakan pernah ada pengendara motor yang terpeleset di lokasi tersebut.

Menurut keterangan Ira, seorang pengendara bahkan mengalami kerusakan pada kunci motornya setelah terjatuh. Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan ketika hujan turun karena permukaan jalan menjadi lebih licin.

Warga juga menilai pemasangan kabel seharusnya diikuti dengan pekerjaan perapian dan pemulihan permukaan jalan. Namun, bekas pekerjaan di lokasi disebut belum sepenuhnya dikembalikan ke kondisi semula.

Kabel Bawah Tanah Ikut Bermasalah

Persoalan di Kuningan Barat bukan hanya soal gulungan kabel yang terlihat semrawut di tiang. Sejumlah kabel bawah tanah juga terlihat muncul ke permukaan akibat kondisi bekas galian yang tidak rata.

Kondisi tersebut membuat sebagian kabel berada lebih tinggi dari permukaan jalan. Jika tidak segera ditata, kabel dan bekas galian tersebut dapat terus mengganggu pengguna jalan, terutama ketika aktivitas kendaraan dan warga di kawasan tersebut meningkat.

Warga berharap pihak yang bertanggung jawab terhadap pemasangan jaringan dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan sekadar melakukan pengecekan.

Kabel Tak Bisa Sembarangan Dipotong

Di sisi lain, penanganan kabel semrawut tidak bisa dilakukan dengan cara memotong seluruh kabel secara langsung. Seorang teknisi fiber optik, Rudi, mengatakan sebagian jaringan yang melintas di kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi layanan internet.

Menurutnya, terdapat pusat data di kawasan tersebut yang membuat jaringan kabel memiliki cakupan layanan luas. Karena itu, pemotongan kabel secara sembarangan berpotensi mengganggu koneksi internet ke berbagai lokasi.

Rudi menjelaskan penataan kabel membutuhkan proses bertahap. Kabel lama tidak bisa langsung diputus karena harus dipastikan jalur pengganti telah tersedia dan layanan pelanggan tetap berjalan.

Jika satu kabel diputus tanpa perencanaan, dampaknya dapat dirasakan oleh banyak pengguna, termasuk perkantoran, sekolah hingga rumah tangga yang bergantung pada jaringan tersebut.

Warga Minta Segera Dirapikan

Masalah kabel semrawut di kawasan Kuningan Barat sebenarnya bukan persoalan baru. Pada 2025, warga juga pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai tumpukan kabel di Jalan Kuningan Barat Raya. Saat itu, Pemkot Jakarta Selatan menyebut telah berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), asosiasi fiber optik, serta sejumlah perusahaan untuk melakukan perapian kabel.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menjalankan penataan kabel udara di sejumlah kawasan. Salah satu program yang dilakukan adalah memindahkan jaringan utilitas ke bawah tanah secara bertahap dan memutus kabel udara yang sudah tidak aktif.

Kondisi di Kuningan Barat menunjukkan bahwa penataan jaringan utilitas tidak hanya berkaitan dengan estetika kota. Aspek keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan layanan internet juga perlu diperhitungkan.

Warga kini berharap kabel-kabel yang berantakan serta bekas galian di sekitar lokasi segera ditangani secara terkoordinasi. Dengan begitu, risiko kecelakaan bagi pengguna jalan dapat dikurangi tanpa mengganggu jaringan komunikasi yang masih aktif.

Sumber: CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler