Imbas Gejolak Global, Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp 20 Ribu


CILACAP — Eskalasi konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di wilayah strategis Selat Hormuz, berdampak signifikan terhadap ketidakstabilan pasokan dan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, termasuk Pertamax.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa situasi pasar energi saat ini terbilang sangat pelik. Hingga kini, belum terlihat ada tanda-tanda penurunan atau stabilisasi harga minyak global secara signifikan.

"Kalau tren ini bertahan tanpa indikasi penurunan harga minyak dunia, dampak penyesuaian harga Pertamax dan BBM sejenis bisa berkisar di angka Rp 18.000 hingga Rp 20.000-an per liter," ujar Eko saat ditemui dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah.

Pemicu Utama Lonjakan Harga

  • Eskalasi Konflik Timur Tengah: Pertikaian dan aksi saling serang yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, serta kelompok Houthi di Selat Hormuz, Laut Merah, hingga Selat Bab al-Mandab mengganggu jalur pelayaran minyak mentah internasional.

  • Lonjakan Minyak Dunia: Harga minyak mentah sempat melonjak drastis hingga menembus level US$ 108 per barel. Ini menjadi titik harga tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
  • Panic Buying Pedagang Pasar Energi: Kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan membuat para pelaku pasar global melakukan aksi borong minyak mentah, yang secara otomatis memicu kenaikan harga pasar secara tajam.

Harapan agar harga minyak mentah melandai ke kisaran normal sebelum krisis (sekitar US$ 60-70 per barel) masih bergantung pada cepat atau lambatnya peredaannya ketegangan geopolitik dunia tersebut.


Sumber Berita: Dikutip dari artikel detikFinance

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler