Kemdiktisaintek Usul Tambahan Anggaran Rp16,52 Triliun untuk Beasiswa dan BOPT 2027


JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp16,525 triliun untuk mendukung berbagai program pendidikan tinggi pada 2027. Usulan tersebut diajukan karena pagu yang tersedia dinilai belum mencukupi sejumlah kebutuhan, mulai dari beasiswa mahasiswa hingga operasional perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Secara rinci, tambahan anggaran yang diusulkan mencapai Rp16.525.304.901.000. Anggaran tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program Kemdiktisaintek pada tahun anggaran 2027.

Pagu 2027 Capai Rp66,44 Triliun

Kemdiktisaintek saat ini memiliki pagu anggaran 2027 sebesar Rp66,44 triliun. Angka tersebut sudah mencakup tambahan sekitar Rp1,267 triliun untuk program KIP Kuliah. Tambahan itu diarahkan untuk memperkuat akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa.

Namun, menurut Brian, pagu tersebut baru mengakomodasi beberapa kebutuhan, antara lain KIP Kuliah, revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi negeri (RSPTN), dan program SMA Unggul Garuda.

Masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum sepenuhnya terakomodasi. Di antaranya belanja pegawai, operasional dan pemeliharaan kantor, beasiswa yang sedang berjalan, bantuan operasional perguruan tinggi (BOPT), layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta berbagai program teknis Kemdiktisaintek.

Tambahan Anggaran Dibahas Bersama DPR

Usulan tambahan tersebut mendapat persetujuan Komisi X DPR untuk dibahas lebih lanjut. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyatakan angka tambahan Rp16,525 triliun tersebut disetujui untuk masuk dalam pembahasan bersama Kemdiktisaintek.

Meski demikian, rincian penggunaan anggaran masih harus dibahas lebih lanjut. Artinya, persetujuan Komisi X terhadap usulan tersebut belum berarti seluruh anggaran otomatis tersedia dalam pagu final 2027.

Kemdiktisaintek sebelumnya mengusulkan tambahan sekitar Rp17 triliun. Dari kebutuhan tersebut, sekitar Rp1,2 triliun telah mendapatkan persetujuan untuk mendukung KIP Kuliah, sementara kebutuhan lainnya masih diperjuangkan melalui pembahasan anggaran.

Terbagi ke Lima Unit Utama

Berdasarkan penjelasan Kemdiktisaintek, usulan tambahan Rp16,525 triliun tersebut akan diarahkan ke lima unit eselon I.

Rinciannya meliputi Sekretariat Jenderal sekitar Rp4,32 triliun, Inspektorat Jenderal Rp30,63 miliar, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Rp9,38 triliun, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Rp497,44 miliar, serta Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi sekitar Rp1,61 triliun.

Besarnya kebutuhan tambahan tersebut menunjukkan bahwa anggaran pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa. Perguruan tinggi juga membutuhkan dukungan untuk operasional, layanan pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beasiswa Mahasiswa dan Operasional Kampus

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan beasiswa bagi mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan. Selain itu, bantuan operasional perguruan tinggi juga diperlukan agar aktivitas akademik dan layanan kampus dapat berjalan.

Kemdiktisaintek menyebut kebutuhan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dengan adanya tambahan anggaran, kementerian berharap berbagai program pendidikan tinggi, penelitian, sains dan teknologi serta layanan LLDikti dapat berjalan lebih optimal sepanjang 2027.

Pembahasan anggaran tersebut selanjutnya masih akan berlanjut bersama DPR. Besaran akhir anggaran Kemdiktisaintek dan alokasi untuk masing-masing program akan ditentukan melalui proses pembahasan RAPBN 2027.

Sumber: detikEdu

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler