Dipecat PDIP, Achmad Hidayat Resmi Merapat ke PSI

 


SURABAYA – Mantan kader PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, Achmad Hidayat, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dipecat dari keanggotaan PDIP. Achmad mengaku telah menerima kartu tanda anggota (KTA) PSI dan siap berkontribusi menghadapi Pemilu 2029.

Dikutip dari detikJatim, Selasa (13/10/2026), Achmad membenarkan kepindahannya ke partai berlambang gajah tersebut. Ia menyebut keputusannya bergabung dengan PSI sudah bulat dan ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya warga kampung di Kota Surabaya.

Achmad juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya orang yang berpindah dari PDIP ke PSI. Ia menyebut Purwadi, yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, serta Arif Wirawan, mantan Ketua PAC PDIP Tambaksari, turut bergabung dengan PSI.

Achmad menegaskan akan bekerja maksimal untuk memenangkan PSI di Surabaya pada Pemilu 2029. Ia menyatakan ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kerja-kerja kerakyatan.

Menurut Achmad, PSI dinilai memiliki ruang untuk mengembangkan nilai-nilai Sukarnois dan Marhaenis, sekaligus mendorong demokrasi, keberpihakan kepada rakyat, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia juga membantah bergabung dengan PSI karena mendapat tawaran langsung dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Meski demikian, Achmad mengakui keberadaan Jokowi di PSI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusannya.

Achmad menyebut dirinya ingin membawa aspirasi masyarakat akar rumput yang selama ini dianggap belum terakomodasi. Ia berharap semakin banyak kalangan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki pandangan Sukarnois dan Marhaenis, dapat bergabung dan berkontribusi melalui PSI.

Dalam waktu dekat, Achmad berencana kembali berkunjung ke Solo untuk menemui Jokowi. Namun, ia mengaku belum menyampaikan secara langsung kepada Jokowi bahwa dirinya telah resmi menjadi kader PSI.

Sebelumnya, DPP PDIP menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Achmad Hidayat. Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah Achmad diketahui berkunjung ke kediaman Jokowi dan menyampaikan usulan agar status keanggotaan mantan presiden tersebut di PDIP direhabilitasi.

Meski demikian, jajaran PDIP Jawa Timur sebelumnya menyatakan pemecatan Achmad bukan semata-mata karena kunjungannya ke rumah Jokowi. PDIP menyebut terdapat persoalan internal lain yang telah ditangani melalui mekanisme partai.

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Budi 'Kanang' Sulistyono, menanggapi kepindahan Achmad ke PSI sebagai hak politik setiap orang. Ia menyebut perpindahan kader merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika partai politik.

Dengan bergabungnya Achmad ke PSI, ia kini menyatakan siap menjalankan aktivitas politik bersama partai barunya dan mempersiapkan kerja politik di Surabaya menuju Pemilu 2029.

Sumber: detikJatim



Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler