SURABAYA — Kiai Asep Saifuddin Chalim memberikan respons setelah dirinya disebut mendapat somasi dari Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait polemik Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut mengaku santai menghadapi langkah hukum yang disiapkan Gus Ipul. Kiai Asep mempersilakan Gus Ipul menempuh jalur hukum jika memang dianggap perlu.
Kiai Asep mengatakan dirinya belum menerima surat somasi secara langsung. Karena itu, ia memilih tidak banyak berkomentar mengenai isi somasi maupun persoalan yang menjadi dasar langkah hukum tersebut.
Ia juga menyebut tidak ingin terlalu larut dalam polemik Muktamar NU. Kiai Asep mengatakan saat ini dirinya lebih memilih fokus mengurus kegiatan pendidikan di pesantren dan kampus yang diasuhnya di Surabaya dan Mojokerto.
Menurut Kiai Asep, aktivitas pendidikan yang harus diperhatikan cukup besar karena berkaitan dengan ribuan santri dan mahasiswa. Selain kegiatan pesantren, dirinya juga tengah fokus pada program pendidikan dan pemberian beasiswa bagi warga NU yang menempuh pendidikan di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.
Gus Ipul Somasi Tiga Orang
Sebelumnya, Gus Ipul menyatakan telah melayangkan somasi kepada tiga orang terkait pernyataan mengenai dugaan aliran uang, suap atau riswah, serta tudingan adanya operasi uang dalam Muktamar NU.
Selain Kiai Asep, dua nama lain yang disebut mendapat somasi adalah pengusaha sekaligus tokoh muda NU HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur dan pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng, Jombang, KH Musta'in Syafi'i.
Gus Ipul menyampaikan bahwa langkah tersebut bukan ditujukan untuk membatasi kritik maupun perbedaan pendapat. Persoalan yang dipermasalahkan adalah pernyataan yang menurutnya telah memuat tuduhan konkret mengenai penerimaan uang, suap, operasi uang, hingga dugaan penggunaan uang hasil korupsi.
Pihak yang menyampaikan tudingan tersebut diminta menunjukkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan atau menarik kembali pernyataannya.
Di tengah polemik tersebut, Kiai Asep memilih tidak memperpanjang persoalan. Ia menyatakan tetap menjalankan aktivitas pendidikan sembari menunggu apakah surat somasi benar-benar diterimanya.
Sumber: detikJatim.
Tags
jatim