SIDOARJO – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk tronton bermuatan jagung terjadi di Simpang Tiga Bypass Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026) dini hari. Truk tersebut terguling setelah diduga pengemudinya mengantuk saat melintas di lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.50 WIB. Truk tronton berwarna putih dengan nomor polisi B 8542 UCA tersebut dikemudikan Muhammad Zainal Arif (23), warga Sukomanunggal, Surabaya. Akibat kecelakaan itu, muatan jagung yang dibawa truk tumpah dan berserakan di sekitar jalan.
Kanit Lantas Polsek Balongbendo, Iptu Sugeng Hariyono, menjelaskan bahwa truk awalnya melaju dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Kendaraan tersebut diketahui berangkat dari kawasan Teluk Lamong, Gresik, untuk mengantarkan muatan jagung ke wilayah Jawa Tengah.
Saat tiba di Simpang Tiga Bypass Balongbendo, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Truk yang dikemudikannya kemudian menabrak taman dan tiang penerangan jalan umum (PJU) hingga akhirnya terguling.
Benturan tersebut menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan. Truk bermuatan jagung itu pun terbalik, sementara sebagian muatan yang dibawanya tumpah ke jalan. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan di lokasi agar kendaraan dan muatan yang tercecer tidak semakin mengganggu aktivitas lalu lintas.
Pengemudi truk dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Setelah kecelakaan, korban dievakuasi ke RSU Anwar Medika untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak disebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain menyebabkan kerusakan pada kendaraan, kecelakaan itu juga berdampak terhadap fasilitas umum di sekitar lokasi. Tiang PJU yang tertabrak mengalami gangguan hingga kabelnya melintang di jalan. Kondisi ini membuat akses kendaraan menuju Krian sempat ditutup sementara demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Meski demikian, arus lalu lintas dari tiga arah lainnya dilaporkan masih berjalan lancar. Petugas melakukan pengaturan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan perjalanan sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan kecelakaan.
Pihak terkait juga melakukan koordinasi dengan pengurus truk untuk memindahkan muatan jagung yang masih berada di kendaraan maupun yang telah tumpah. Pemindahan muatan tersebut perlu dilakukan sebelum truk dievakuasi agar proses pengangkatan kendaraan dapat berjalan lebih aman dan lancar.
Proses evakuasi kendaraan berat yang terguling membutuhkan penanganan khusus, terlebih ketika muatan masih berada di dalam bak truk. Karena itu, petugas harus memastikan kondisi di sekitar lokasi cukup aman sebelum kendaraan dipindahkan. Kabel yang melintang serta muatan jagung yang berserakan juga menjadi perhatian agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi tubuh ketika mengemudi, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat yang melakukan perjalanan jarak jauh. Rasa kantuk dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat reaksi, dan mengurangi kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi situasi di jalan.
Pengemudi yang mulai merasa lelah atau mengantuk sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan. Berhenti di tempat yang aman dan beristirahat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Terlebih, truk bermuatan berat membutuhkan pengendalian yang baik karena kendaraan memiliki bobot dan jarak pengereman yang berbeda dibandingkan kendaraan penumpang. Ketika pengemudi kehilangan konsentrasi, risiko kendaraan keluar jalur, menabrak fasilitas umum, hingga terguling dapat meningkat.
Peristiwa truk bermuatan jagung yang terguling di Balongbendo tersebut menjadi perhatian bagi para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat berkendara pada dini hari. Kondisi jalan yang relatif lengang tidak berarti perjalanan bebas dari risiko kecelakaan.
Sumber: detikJatim,
